ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ada Proyek LRT, Begini Pengalihan Lalin Jalan Sultan Agung-Minangkabau Jaksel hingga Agustus 2026

Sabtu, 25 Januari 2025 | 22:28 WIB
SM
SM
Penulis: Salman Mardira | Editor: SMR
Jalan Sultan Agung, Jakarta Selatan. (Antara/Aprillio Akbar)
Jalan Sultan Agung, Jakarta Selatan. (Antara/Aprillio Akbar)

Jakarta, Beritasatu.com – Rekayasa pengalihan arus lalu lintas diterapkan di Jalan Sultan Agung-Jalan Minangkabau, Jakarta Selatan mulai Senin (27/1/2025) hingga 31 Agustus 2026. Hal ini dilakukan karena ada pekerjaan proyek lintas raya terpadu (LRT) Jakarta fase 1B.

“Diimbau kepada para pengguna jalan agar menghindari ruas jalan tersebut dan dapat menyesuaikan pengaturan lalu lintas yang ditetapkan, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, petunjuk petugas di lapangan serta mengutamakan keselamatan di jalan,” kata Kepala Dinas Perhubungan Jakarta Syafrin Liputo dikutip dari Antara, Sabtu (25/1/2025).

Berikut skema rekayasa pengalihan lalu lintas di Jalan Sultan Agung-Jalan Minangkabau.

ADVERTISEMENT

Lalu lintas dari arah barat atau Dukuh Atas menuju selatan atau Tebet yang semula belok kanan ke Jalan Minangkabau Timur, dialihkan lurus-belok kanan ke Jalan Dr Saharjo dan seterusnya, berbelok ke kiri untuk menuju Jalan Tambak-Matraman.

Kemudian lalu lintas dari arah timur atau Matraman menuju Dukuh Atas yang semula lurus ke Jalan Sultan Agung, dialihkan melalui Jalan Saharjo lalu putar balik di depan Toba Dream-Jalan Minangkabau Barat-Jalan Sultan Agung dan seterusnya ke Jalan Minangkabau Timur untuk menuju ke Tambak.

Baca Juga: Arus Balik di Jalur Gentong Tasik Mengular, Polisi Berlakukan One Way dan Pengalihan Arus

Berikutnya lalu lintas dari arah Tebet menuju Matraman yang semula menggunakan Jalan Minangkabau Barat, dialihkan ke Jalan Minangkabau Timur, belok kanan menuju Matraman.

Selanjutnya Jalan Minangkabau Timur yang semula satu arah ke selatan menjadi satu arah ke utara.

Progres pembangunan LRT Jakarta fase 1B yang menghubungkan Velodrome-Manggarai pada 31 Desember 2024 mencapai 42,3 persen.

Direktur Proyek LRT Jakarta Fase 1B Ramdani Akbar mengatakan progres pekerjaan yang sudah dicapai tersebut masih sesuai dengan jadwal yang telah disepakati dengan penanggung jawab proyek yakni PT Jakarta Propertindo (Perseroda) (Jakpro) kerja sama operasi (KSO) dengan PT Waskita Karya Tbk, PT Nindya Karya, dan PT Len Railway System/WNL).

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon