Petugas Selidiki Penyebab Kebakaran Gudang Triplek di Pulogadung
Rabu, 14 Mei 2025 | 10:30 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran gudang triplek di kawasan Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (13/5/2025) malam. Belum diketahui secara pasti apakah penyebab kebakaran ini karena korsleting listrik atau hal lain.
Saat ini sebanyak 90 personel dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Timur masih dikerahkan untuk melakukan pendinginan di lokasi kebakaran.
"Kami saat ini masih fokus melakukan proses pendinginan di lokasi kejadian. Sebanyak 90 personel dan 18 unit mobil pemadam dikerahkan. Kami juga terus memeriksa bangunan dan memastikan tidak ada titik api tersisa," ujar Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Timur, Abdul Wahid, saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (14/5/2025).
Gudang yang terbakar berlokasi di Jalan Bekasi Raya, RT 01 RW 16, dengan luas sekitar 500 meter persegi dan diketahui milik seorang warga bernama H Iyon.
Wahid menuturkan laporan awal kebakaran diterima ketika warga melihat api yang tiba-tiba muncul dan langsung membesar dari dalam gudang triplek di Pulogadung.
"Kebakaran terjadi secara mendadak dan api langsung membesar. Warga segera melaporkan kejadian ini melalui WhatsApp Damkar Jakarta Timur," katanya.
Petugas menerima laporan kebakaran pada Selasa (13/5/2025) sekitar pukul 23.29 WIB, dan proses pemadaman dimulai sekitar pukul 23.41 WIB.
Lokasi kebakaran diketahui berada tak jauh dari SMK Toeboen, yang dijadikan sebagai titik acuan untuk penanganan kejadian.
"Pemadaman awal dimulai pukul 23.41 WIB, api berhasil dikendalikan sekitar pukul 01.09 WIB, dan proses pendinginan dimulai pukul 02.20 WIB. Sampai saat ini kami masih dalam tahap akhir pendinginan," jelas Wahid.
Ia menambahkan material triplek yang mudah terbakar menjadi kendala utama dalam proses pemadaman. Namun, petugas berhasil mengevakuasi sekitar 20 keluarga dengan total 50 orang.
"Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran di gudang triplek ini. Sementara itu, estimasi kerugian materiil masih didata," tutup Wahid.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




