ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Mengapa HUT Jakarta Ditetapkan pada 22 Juni? Ternyata Ini Alasannya

Kamis, 29 Mei 2025 | 14:27 WIB
MF
MF
Penulis: Muhammad Firman | Editor: MF
Simak sejarah penetapan hari jadi Jakarta.
Simak sejarah penetapan hari jadi Jakarta. (Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao.)

Jakarta, Beritasatu.com - Hari ulang tahun (HUT) Jakarta selalu diperingati setiap tanggal 22 Juni. Tapi, tahukah Anda kenapa tanggal ini yang dipilih sebagai hari jadi?

Ternyata, penetapan tanggal ini punya alasan sejarah yang cukup menarik dan sarat makna. Yuk, kita telusuri jejak sejarahnya!

Awal Mula Sejarah Jakarta: Dari Sunda Kelapa ke Jayakarta

Sebelum dikenal sebagai Jakarta, kawasan ini bernama Sunda Kelapa, pelabuhan besar milik Kerajaan Pajajaran. Pada 22 Juni 1527, Pangeran Fatahillah dari Kesultanan Demak berhasil mengusir Portugis dari wilayah ini.

Setelah itu, Pangeran Fatahillah mengganti namanya menjadi Jayakarta, yang berarti kemenangan yang sempurna. Inilah peristiwa yang kemudian dijadikan acuan penetapan HUT Jakarta.

ADVERTISEMENT

Tanggal 22 Juni 1527 dianggap sebagai hari lahirnya kota Jakarta karena dianggap sebagai titik awal identitas kota ini terbentuk secara politik dan militer.

Meski kala itu belum disebut Jakarta, inilah momentum penting dalam sejarah kota yang kemudian berkembang menjadi ibu kota negara.

Dari Jayakarta ke Batavia, hingga Menjadi Jakarta

Perjalanan panjang Jakarta tidak berhenti di Jayakarta. Pada tahun 1619, VOC Belanda menghancurkan Jayakarta dan membangun kota baru bernama Batavia.

Batavia tumbuh menjadi pusat kekuasaan kolonial dan digunakan sebagai nama resmi kota ini selama lebih dari tiga abad.

Batavia berubah menjadi Djakarta Tokubetsu Shi pada masa penjajahan Jepang tahun 1942, dalam upaya menghapus jejak kolonialisme Belanda. Setelah kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, nama Jakarta akhirnya diresmikan dan tetap digunakan hingga saat ini.

Proses perubahan nama ini memperlihatkan transformasi identitas Jakarta yang dinamis, mencerminkan sejarah panjang dan kompleks.

Siapa yang Mengusulkan Tanggal 22 Juni sebagai HUT Jakarta?

Penetapan 22 Juni sebagai HUT Jakarta secara resmi baru terjadi pada tahun 1956 oleh Wali Kota Jakarta saat itu, Sudiro. Ia merasa penting untuk memiliki hari jadi kota yang terpisah dari peringatan kolonial Belanda yang memperingati Batavia setiap akhir Mei.

Sudiro pun melibatkan sejumlah ahli sejarah, termasuk Mr Dr Soekanto yang menyusun naskah Dari Jayakarta ke Jakarta. Berdasarkan riset dan diskusi, 22 Juni 1527 dianggap sebagai tanggal paling mendekati kebenaran berdirinya Kota Jayakarta oleh Fatahillah.

Meski tidak ditemukan dokumen yang mencatat tanggal itu secara pasti, tanggal ini diyakini paling masuk akal dan memiliki nilai simbolis.

Menariknya, pada 22 Juni 1527 juga diperkirakan bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW, sehingga semakin memperkuat nilai historis dan religiusnya.

Apakah Ada Kontroversi Seputar Penetapan Tanggal HUT Jakarta?

Meski sudah menjadi tradisi, penetapan HUT Jakarta pada 22 Juni tak luput dari kritik. Sejarawan Adolf Heyken, misalnya, menyebut bahwa tak ada dokumen sejarah yang menyebut nama Jayakarta, bahkan 50 tahun setelah peristiwa 1527.

Adolf Heyken menganggap penetapan ini lebih sebagai narasi simbolik daripada fakta sejarah yang dapat diverifikasi.

Namun, terlepas dari perdebatan tersebut, tanggal 22 Juni tetap menjadi tonggak penting yang dirayakan sebagai momen refleksi atas perjalanan panjang ibu kota negara ini. Di sinilah makna HUT Jakarta tidak hanya soal tanggal, tetapi juga tentang identitas, perjuangan, dan semangat perubahan.

Apa Peristiwa Penting yang Terjadi pada 22 Juni 1527?

Pada tanggal 22 Juni 1527, Pangeran Fatahillah dari Kesultanan Demak berhasil mengusir Portugis dari pelabuhan Sunda Kelapa. Setelah kemenangan tersebut, nama Sunda Kelapa diganti menjadi Jayakarta, yang artinya kemenangan yang sempurna. Peristiwa ini dianggap sebagai momen berdirinya cikal bakal Kota Jakarta.

Kini kita tahu, HUT Jakarta diperingati setiap 22 Juni karena merujuk pada kemenangan Fatahillah atas Portugis di Sunda Kelapa pada 1527. Momen ini menjadi simbol penting lahirnya identitas kota yang kemudian berkembang menjadi Jakarta.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

HUT Jakarta, Batik Betawi hingga Ondel-ondel Akan Dipamerkan di Milan

HUT Jakarta, Batik Betawi hingga Ondel-ondel Akan Dipamerkan di Milan

JAKARTA
Strategi Jakarta Perkuat Jejaring dengan Berbagai Kota Dunia

Strategi Jakarta Perkuat Jejaring dengan Berbagai Kota Dunia

JAKARTA
Real Madrid Legends vs Barcelona Legends Digelar di GBK 18 April 2026

Real Madrid Legends vs Barcelona Legends Digelar di GBK 18 April 2026

SPORT
5.000 Pesilat hingga Ondel-ondel Raksasa Meriahkan CFD Jakarta

5.000 Pesilat hingga Ondel-ondel Raksasa Meriahkan CFD Jakarta

JAKARTA
Car Free Night dan Karnaval Budaya Betawi Digelar Akhir Pekan Ini

Car Free Night dan Karnaval Budaya Betawi Digelar Akhir Pekan Ini

JAKARTA
Buka Pameran Tunggal Sarnadi Adam, Rano Karno: Ini Maestro Betawi!

Buka Pameran Tunggal Sarnadi Adam, Rano Karno: Ini Maestro Betawi!

JAKARTA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon