DPRD Minta Evaluasi Program Bursa Kerja Jakarta yang Digagas Pramono
Jumat, 30 Mei 2025 | 23:58 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Program bursa kerja atau job fair yang menjadi bagian dari 100 hari kerja Gubernur Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno menuai kritik dari anggota DPRD Jakarta.
Salah satu DPRD Jakarta, William Aditya Sarana menilai program tersebut perlu dievaluasi menyeluruh agar benar-benar berdampak bagi masyarakat, terutama dalam menurunkan angka pengangguran.
“Kami tentu mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan Mas Pram. Banyak program yang berjalan dengan baik dan mendapat respons positif dari warga. Namun, tidak semua berjalan mulus. Ada beberapa catatan yang perlu menjadi perhatian, termasuk soal bursa kerja,” ujar William saat ditemui di Jakarta, dikutip dari Antara pada Jumat (30/5/2025).
William merujuk pada hasil survei terbaru dari Indikator Politik Indonesia yang bertajuk “Evaluasi Publik Atas Kinerja 100 Hari Gubernur-Gubernur di Jawa”.
Survei itu menunjukkan sekitar 47% warga Jakarta belum mengetahui keberadaan program bursa kerja yang digagas Pemprov Jakarta.
“Bukan hanya belum dikenal luas, tetapi juga masih banyak masyarakat yang meragukan efektivitas program ini dalam mengurangi pengangguran. Ini harus menjadi bahan evaluasi serius,” tegasnya.
Menurut William, bursa kerja seharusnya menjadi solusi nyata di tengah situasi ekonomi yang menantang, seperti pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi di berbagai sektor serta menurunnya daya beli masyarakat.
Ia menekankan pentingnya distribusi informasi dan efektivitas program agar benar-benar menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan pekerjaan.
Lebih jauh, ia mendorong Pramono untuk lebih aktif berdialog dengan para pemangku kepentingan, khususnya masyarakat Jakarta agar dapat menyerap masukan langsung dari mereka yang mengalami dampak kebijakan.
“Dialog dengan warga sangat penting agar pemerintah bisa mengetahui permasalahan secara langsung dari lapangan, sehingga perumusan dan pelaksanaan program ke depan bisa lebih tepat sasaran,” ujar William.
Evaluasi terhadap program bursa kerja Jakarta diharapkan tidak hanya sebatas pada pencapaian administratif, tetapi juga menyentuh aspek dampak sosial-ekonomi.
William menegaskan, keberhasilan program bursa kerja harus diukur dari berapa banyak warga Jakarta yang benar-benar terbantu dan mendapatkan pekerjaan melalui program tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




