ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Sempat Lawan Petugas, 6 Korlap Demo Truk Dipulangkan Polisi

Kamis, 3 Juli 2025 | 10:14 WIB
SW
DM
Penulis: Stefani Wijaya | Editor: DM
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Polisi Susatyo Purnomo Condro menyatakan, pihaknya memulangkan enam orang yang diduga sebagai koordinator lapangan (korlap) aksi unjuk rasa sopir truk terkait RUU over dimension over loading (ODOL) pada Rabu, 2 Juli 2025 sore. Keenam orang tersebut sebelumnya sempat melawan dan menghalangi tugas aparat saat aksi berlangsung.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Polisi Susatyo Purnomo Condro menyatakan, pihaknya memulangkan enam orang yang diduga sebagai koordinator lapangan (korlap) aksi unjuk rasa sopir truk terkait RUU over dimension over loading (ODOL) pada Rabu, 2 Juli 2025 sore. Keenam orang tersebut sebelumnya sempat melawan dan menghalangi tugas aparat saat aksi berlangsung. (Beritasatu.com/Yustinus Patris Paat)

Jakarta, Beritasatu.com - Polisi akhirnya memulangkan enam orang yang diduga sebagai koordinator lapangan (korlap) aksi unjuk rasa sopir truk terkait RUU over dimension over loading (ODOL) pada Rabu (2/7/2025) sore. Keenam orang tersebut sebelumnya sempat melawan dan menghalangi tugas aparat saat aksi berlangsung.

"Sudah dari sore (dipulangkan)," ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, saat dikonfirmasi, Kamis (3/7/2025).

Aksi demo sopir truk berlangsung di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat pada Rabu. Ratusan truk diparkirkan berjajar sambil membawa spanduk tuntutan, di antaranya berisi desakan agar pemerintah mengkaji ulang RUU ODOL yang dinilai merugikan para pengemudi.

ADVERTISEMENT

Para sopir berasal dari berbagai daerah dan tergabung dalam sejumlah komunitas angkutan barang. Mereka membawa bendera organisasi dan poster dengan berbagai pesan protes, memperlihatkan solidaritas nasional terhadap isu ODOL.

Salah satu keluhan utama sopir truk adalah soal biaya logistik yang membengkak akibat penerapan aturan ODOL. Mereka juga menuntut adanya jaminan keamanan dan perlindungan hukum dari pemerintah, terutama bagi sopir yang bekerja sesuai aturan.

Aksi berjalan dengan tensi tinggi, tetapi terkendali. Meski sempat terjadi ketegangan antara peserta aksi dan petugas, situasi tidak berkembang menjadi kericuhan luas.

Polisi menyatakan akan tetap bersikap persuasif dan menjaga situasi kondusif, seraya membuka ruang komunikasi antara pemerintah dan perwakilan sopir untuk menyelesaikan polemik RUU ODOL secara dialogis.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon