Kebakaran di Bukit Duri, 10 KK Mengungsi di Satu Tenda
Sabtu, 19 Juli 2025 | 11:01 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pagi yang tenang di kawasan Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, mendadak berubah menjadi kepanikan setelah kebakaran hebat melanda tiga rumah kos pada Sabtu (19/7/2025). Api yang mulai berkobar sekitar pukul 06.21 WIB itu meluluhlantakkan bangunan semi permanen dua lantai, memaksa 10 Kepala Keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal.
Fahri, Ketua RT 6 RW 2 Bukit Duri, membenarkan bahwa rumah yang terbakar merupakan rumah kos.
“Nah, itu rumah kos-kosan. Jadi, satu bangunan itu dibuat 2 lantai,” ujarnya kepada wartawan.
Korban Selamat Ditampung di Lapangan RW
Kebakaran yang menghanguskan tempat tinggal warga ini berdampak langsung terhadap 27 orang, terdiri dari tiga anak-anak, empat lansia, dan 20 orang dewasa. Mereka yang selamat kini akan tinggal sementara di tenda pengungsian yang sedang didirikan di lapangan RW 1, hanya berjarak sekitar 100 meter dari lokasi kejadian.
“Pengungsiannya numpang di RW 1. Rencananya di sini (lapangan),” kata Fahri.
Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta terlihat masih bekerja mendirikan tenda darurat untuk menampung para pengungsi. Kondisi di sekitar lokasi kebakaran cukup sempit, menyulitkan petugas damkar saat menuju ke titik api.
4 Anak Meninggal Dunia
Namun, tragedi ini tak hanya menyisakan kerugian material dan kehilangan tempat tinggal. Empat anak dilaporkan meninggal dunia akibat insiden kebakaran ini. Keempatnya adalah NA (7,5 bulan), AN (4 tahun), D (4 tahun), dan PL (11 tahun). Jenazah mereka kemudian dibawa ke RS Polri Keramat Jati, Jakarta Timur untuk penanganan lebih lanjut.
Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 06.30 WIB, atau kurang dari 10 menit setelah laporan pertama diterima. Sayangnya, waktu yang sempit dan medan yang sulit membuat evakuasi berjalan tidak semulus harapan.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun, yang jelas, kejadian ini meninggalkan duka mendalam bagi warga Bukit Duri, khususnya keluarga korban.
Pemerintah dan tim penanggulangan bencana kini fokus pada penanganan korban selamat, distribusi bantuan darurat, serta pendirian fasilitas sementara bagi para pengungsi.
Situasi di lapangan menunjukkan bahwa banyak warga sekitar ikut membantu, menunjukkan solidaritas yang kuat di tengah musibah. Tenda pengungsian menjadi satu-satunya tempat bernaung bagi mereka yang kehilangan rumah dalam semalam.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




