Istana Presiden hingga Gedung DPR Jadi Titik Aksi Demo Besar Ojol
Selasa, 16 September 2025 | 21:49 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Gelombang besar aksi unjuk rasa akan digelar ribuan pengemudi ojek daring (ojol) di Jakarta pada Rabu (17/9/2025) siang.
Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojol Garda Indonesia Raden Igun Wicaksono mengatakan, sejumlah titik strategis pemerintahan akan menjadi sasaran aksi, mulai dari Istana Presiden, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), hingga gedung DPR/MPR RI.
Menurut rencana, massa aksi akan berkumpul terlebih dahulu di markas Garda di kawasan Cempaka Mas, Jakarta Pusat, pada pukul 10.00 WIB.
Dari sana, peserta aksi akan bergerak menuju Istana Presiden dan Kemenhub. Gelombang terakhir direncanakan tiba di gedung DPR/MPR RI sekitar pukul 12.00 hingga 13.00 WIB.
Igun memperkirakan jumlah peserta yang hadir mencapai 2.000 orang. Dari total massa tersebut, sekitar 100 hingga 200 pengemudi akan melakukan konvoi kendaraan bermotor, sementara sisanya akan mengikuti aksi unjuk rasa di lokasi yang sudah ditentukan.
“Massa konvoi 100-200 orang, sedangkan massa aksi mencapai sekitar 2.000 ojol,” ujar Igun.
Dalam aksi kali ini, para pengemudi ojol mengusung tujuh tuntutan utama yang dianggap mewakili aspirasi mereka.
Salah satu poin penting adalah mendesak agar Rancangan Undang-Undang (RUU) Transportasi Online segera masuk ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2025-2026. Selain itu, mereka juga menuntut adanya penurunan potongan biaya dari aplikator yang saat ini mencapai 10%.
Tuntutan lainnya meliputi regulasi tarif yang lebih adil untuk layanan antar barang dan makanan, serta audit investigasi terhadap potongan sebesar 5% yang diduga telah dilakukan aplikator.
Tak hanya itu, para pengemudi juga meminta agar kapolri segera menuntaskan investigasi terkait tragedi yang terjadi pada 28 Agustus 2025 lalu.
Aksi serupa sebenarnya sudah dilakukan sebelumnya. Pada awal September 2025, para pengemudi ojol juga menggelar unjuk rasa di gedung DPR/MPR. Kala itu, mereka menyuarakan keresahan masyarakat luas, mulai dari harga kebutuhan pokok yang kian melambung hingga sulitnya mendapatkan lapangan pekerjaan.
Menariknya, dalam aksi damai pada 2 September lalu, para pengemudi ojol sempat melakukan kegiatan simbolis dengan membagikan bunga mawar di kawasan Monas. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk seruan damai sekaligus upaya menghindari adanya provokasi yang dapat menimbulkan kericuhan.
Melalui aksi besar yang akan digelar, ribuan pengemudi ojol berharap pemerintah, parlemen, dan seluruh pemangku kebijakan dapat mendengar serta menindaklanjuti aspirasi mereka.
Tuntutan yang disuarakan diyakini sebagai langkah untuk memperbaiki regulasi transportasi daring, melindungi kesejahteraan pengemudi, sekaligus memastikan layanan tetap adil bagi masyarakat pengguna jasa.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




