Kasus Sumber Waras Distop KPK, RS Tipe A Segera Dibangun di Jakarta
Senin, 27 Oktober 2025 | 14:42 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Gubernur Jakarta Pramono Anung mengatakan pemprov segera membangun rumah sakit (RS) tipe A di lahan kosong seluas 3,6 hektare yang bersebelahan dengan Rumah Sakit Sumber Waras, Jakarta Barat, karena sudah mendapat dukungan dari pemerintah pusat.
Pramono menegaskan pembangunan segera bisa dilakukan karena lahan itu sudah tidak lagi bermasalah lagi dengan hukum.
“Waktu itu memang ada proses penyelidikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun, kami sudah menerima kepastian bahwa status penyelidikannya telah dihentikan sejak 2023,” ujar Pramono di Jakarta Barat, Senin (27/10/2025).
Ia menjelaskan, dari lima temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), tiga telah ditindaklanjuti, sementara dua lainnya sudah memperoleh kejelasan hukum, termasuk penghentian penyelidikan oleh KPK.
“Sekarang nilai tanah di kawasan ini sudah meningkat signifikan. Dahulu sempat disebut merugikan Rp 191 miliar, tapi kini nilai pasarnya mencapai sekitar Rp 1,4 triliun. Artinya, tak ada lagi alasan untuk membatalkan pembangunan,” jelasnya.
Pramono menegaskan selesainya proses hukum lahan RS Sumber Waras menjadi momentum penting untuk meningkatkan layanan kesehatan masyarakat di Jakarta.
“Persoalan yang sejak 2014 ramai diperbincangkan kini telah menemukan titik terang. Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat, kami siap membangun rumah sakit baru yang lengkap dan modern bagi warga Jakarta,” tegasnya.
Dengan selesainya seluruh aspek hukum dan administratif, Pemprov Jakarta akan segera memulai tahap perencanaan pembangunan rumah sakit bertipe A di lokasi tersebut. Pembangunannya telah mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat, termasuk Presiden Prabowo Subianto.
"Dalam support itu, kami menjadi semakin bersemangat untuk menyelesaikan persoalan ini. Dan akan segera kami bangun menjadi rumah sakit tipe A," kata Pramono
Untuk membangun rumah sakit ini, Pramono berencana berkolaborasi dengan pemerintah pusat agar masuk daftar proyek strategis nasional (PSN). Ia pun berencana bertemu dengan menteri kesehatan untuk membicarakan peluang pembangunan rumah sakit ini dalam waktu dekat.
"Kalau kemudian ini masuk PSN, apakah seperti yang saya sampaikan tadi, pemerintah pusat bersedia untuk membangun rumah sakit spesialis untuk misalnya, jantung, kemudian kanker, stroke di tempat ini. Karena tempat ini kan tempat yang sangat-sangat strategis, apalagi ini kan satu zona dengan (RS) Darmais, (RS) Harapan Kita," jelas Pramono.
Selain mengusulkan masuk daftar PSN, Pramono juga menyiapkan opsi pendanaan lain yaitu berupa creative financing.
"Kalau kemudian, kemarin saya sudah bicara dengan dirut Bank Jakarta, beliau menyampaikan kalau memang segera akan masuk Rp 10 triliun dari pemerintah pusat, dari Kementerian Keuangan. Maka itu bisa digunakan untuk membangun tempat ini. Itu sebagai alternatif dengan suku bunga yang tentunya secara bisnis tetap diatur secara transparan," imbuh dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




