Komnas PA Fokus Pulihkan Korban Anak dalam Kecelakaan Mobil MBG
Jumat, 12 Desember 2025 | 18:36 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) menegaskan, pemulihan fisik dan psikis korban anak menjadi perhatian utama dalam kasus kecelakaan mobil pengangkut makan bergizi gratis (MBG). Ketua Komnas Perlindungan Anak wilayah Jakarta, Cornelia Agatha menyampaikan hal tersebut seusai menjenguk para korban di RSUD Koja, Jakarta Utara, Jumat (12/12/2025).
Cornelia menekankan, pemulihan anak tidak hanya menyangkut perawatan medis, tetapi juga pendampingan psikologis untuk memastikan mereka dapat kembali beraktivitas tanpa rasa takut. Menurutnya, penegakan hukum memang penting, tetapi pemulihan anak adalah prioritas utama.
"Yang penting sekarang selain penegakan hukumnya, memang kita harus fokus sekarang pemulihan anak-anak dari luka yang diderita, traumanya, itu dahulu yang memang harus diprioritaskan," ujar Cornelia kepada media.
Komnas PA berharap para korban anak, setelah pulih, dapat segera kembali bersekolah dan menjalani rutinitas harian seperti biasa. Dari sembilan korban yang dirawat di RSUD Koja, delapan di antaranya merupakan anak-anak.
"Untuk itu memang kita Komnas Anak terus akan memantau, mengawasi, dan juga memastikan yang penting bahwa hak-hak anak sebagai korban dalam kasus ini harus terpenuhi," tambah Cornelia.
Ketua Komnas Perlindungan Anak, Agustinus Sirait, yang turut hadir dalam kunjungan tersebut, menyampaikan bahwa kondisi anak-anak yang dirawat di RS Cilincing juga menunjukkan tren membaik.
"Mereka juga berkomunikasi dengan kami cukup baik, kami memberikan semangat tentunya buat anak-anak supaya bisa lebih cepat sembuh dan kembali ke sekolah," ujar Agustinus.
Meski sebagian besar korban anak menunjukkan perkembangan positif, pihak rumah sakit menyebut dua dari delapan anak masih menjalani perawatan intensif di ruang pediatric intensive care unit (PICU) RSUD Koja. Sementara itu, satu korban dewasa yang merupakan seorang guru dijadwalkan menjalani operasi kaki.
"Guru baru dijadwalkan untuk operasi kaki, pemasangan pen. Sisanya untuk anak-anak kita, berangsur-angsur membaik. Komunikasi dengan orang tua juga lancar dan kami berharap anak-anak bisa lebih cepat pulih," jelas Agustinus.
Komnas Perlindungan Anak menegaskan akan terus memonitor perkembangan korban serta memastikan pemenuhan hak-hak anak selama proses pemulihan berlangsung.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




