Waspada! Rob Ancam Pesisir Jakarta Jelang Pergantian Tahun
Selasa, 30 Desember 2025 | 19:29 WIB
Jakarta, Beritasatu.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta mengingatkan masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan pesisir agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob menjelang perayaan pergantian Tahun Baru 2026. Peringatan ini dikeluarkan sebagai langkah antisipasi mengingat kondisi pasang air laut diperkirakan meningkat signifikan pada penghujung tahun.
Fenomena rob tersebut diprediksi terjadi selama kurang lebih satu pekan, yakni mulai 30 Desember 2025 hingga 7 Januari 2026, seiring naiknya ketinggian muka air laut di wilayah pesisir utara Jakarta. Lonjakan air laut dikhawatirkan memicu genangan di sejumlah permukiman padat penduduk yang selama ini kerap menjadi titik langganan banjir rob.
Baca Juga: Wilayah Ini Berpotensi Terendam Banjir Rob hingga 10 Januari 2026
Kepala Pelaksana BPBD Jakarta Isnawa Adji menjelaskan peningkatan risiko rob dipengaruhi oleh pasang maksimum air laut yang bertepatan dengan fase bulan purnama serta Perigee, yaitu kondisi ketika posisi bulan berada pada jarak terdekat dengan bumi. Kombinasi kedua fenomena alam tersebut biasanya mempercepat dan mempertinggi gelombang pasang, sehingga air laut berpotensi melimpas ke daratan.
“Fenomena ini dapat menyebabkan banjir pesisir atau rob, terutama di kawasan pesisir utara Jakarta,” ujar Isnawa dalam keterangan resmi, Senin (29/12/2025).
Menurut data BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok, puncak pasang diperkirakan terjadi pada pagi hingga siang hari, sekitar pukul 06.00-12.00 WIB, periode yang dinilai krusial bagi wilayah pesisir.
BPBD memetakan sejumlah titik yang perlu meningkatkan kewaspadaan karena memiliki potensi terdampak rob, antara lain:
• Kamal Muara
• Pluit
• Kapuk Muara
• Penjaringan
• Ancol
• Kamal
• Marunda
• Cilincing
• Kalibaru
• Muara Angke
• Tanjung Priok
• Kepulauan Seribu
Kawasan-kawasan tersebut dikenal memiliki topografi rendah dan berada dekat garis pantai, sehingga rawan mengalami limpasan air laut saat pasang tinggi.
BPBD Jakarta meminta masyarakat di wilayah pesisir agar terus mencermati perubahan cuaca dan ketinggian air laut dalam beberapa hari mendatang. Warga juga disarankan menghindari aktivitas di area tepi pantai atau lokasi yang rawan tergenang, khususnya pada jam-jam puncak pasang.
Sebagai langkah mitigasi, masyarakat diimbau memastikan saluran drainase lingkungan tetap bersih dan berfungsi untuk meminimalkan genangan apabila rob terjadi. Koordinasi dengan RT/RW, pemantauan kondisi tanggul, serta kesiapsiagaan alat pompa menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan skala kecil di tingkat wilayah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




