Mulai Dibangun, JPO JIS–Ancol Ditargetkan Bisa Digunakan Juni 2026
Minggu, 25 Januari 2026 | 11:48 WIB
Jakarta, Beritasatu.com — Jembatan penyeberangan orang (JPO) yang menghubungkan Jakarta International Stadium (JIS) dengan Ancol, Jakarta Utara mulai dikerjakan. JPO itu ditargetkan selesai pada Mei 2026 dan bisa digunakan oleh masyarakat pada Juni 2026.
Gubernur Jakarta Pramono Anung saat penandatanganan kerja sama dan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan JPO JIS–Ancol, Minggu (25/1/2026) mengatakan, jembatan tersebut akan menjadi salah satu ikon baru Jakarta sehingga dia sangat antusias membangunnya.
“Tidak ada yang lebih gembira daripada saya. Dari awal ketika mengetahui rencana ini, saya langsung ingin menyambungkannya,” ujar Pramono.
Menurut Pramono, hambatan utama pembangunan JPO bukanlah persoalan teknis, melainkan ego sektoral antarinstansi. Padahal, jika dilihat langsung di lapangan, maka pembangunan jembatan tersebut dinilai tidak terlalu sulit untuk direalisasikan.
“Problem yang paling utama adalah ego sektoral yang berlebihan. Padahal kalau dilihat di lapangan, sebenarnya tidak terlalu sulit,” katanya.
Pramono mengungkapkan setelah melakukan komunikasi intensif dengan berbagai pihak, seperti PT Pembangunan Jaya Ancol, Bank BTN, dan PT Jakarta Propertindo (JakPro), akhirnya tercapai kesepakatan untuk merealisasikan proyek tersebut.
Meski demikian, proses pembangunan sempat tertunda karena perdebatan mengenai penamaan jembatan. Beberapa opsi sempat muncul, mulai dari JPO Ancol, BTN, hingga JIS.
“Kalau namanya terlalu panjang, rasanya tidak enak. Akhirnya muncul ide JPO bersama BTN,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga menyampaikan harapannya agar kawasan JIS–Ancol berkembang menjadi pusat kegiatan baru Jakarta di masa depan. Ia bahkan meminta agar di kawasan tersebut dibangun Museum Persija sebagai bagian dari identitas sepak bola Jakarta.
“Saya meyakini tempat ini betul-betul akan menjadi salah satu ikonnya Jakarta. Saya sudah meminta JakPro dan Ancol agar nanti ada Museum Persija,” katanya.
Pramono juga berharap kehadiran JPO sepanjang 466 meter tersebut dapat mendukung berbagai ajang olahraga berskala besar. Ia menargetkan jumlah peserta Jakarta International Marathon 2027 meningkat signifikan, seiring peringatan 500 tahun Jakarta.
Selain itu, Pramono juga membuka peluang dukungan penuh dari Pemprov Jakarta apabila Jakarta dipercaya menjadi tuan rumah ajang balap sepeda internasional dengan menghadirkan pembalap legendaris dunia.
Di akhir sambutannya, Pramono menegaskan pentingnya desain JPO yang benar-benar ikonik, termasuk pencahayaan dan identitas visual yang kuat.
“JPO ini harus ikonik. Tulisan BTN-nya harus besar, lampunya terang, supaya benar-benar menjadi kebanggaan Jakarta,” pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




