ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Hari Ke-6 Ramadan, Harga Daging di Klender Tembus Rp 140.000

Selasa, 24 Februari 2026 | 23:39 WIB
MH
DM
Penulis: Mita Amalia Hapsari | Editor: DM
Memasuki hari ke-6 Ramadan 2026, harga bahan pokok di Pasar Klender SS masih tergolong tinggi. Komoditas, seperti daging sapi, cabai rawit merah, hingga bawang merah belum menunjukkan penurunan signifikan.
Memasuki hari ke-6 Ramadan 2026, harga bahan pokok di Pasar Klender SS masih tergolong tinggi. Komoditas, seperti daging sapi, cabai rawit merah, hingga bawang merah belum menunjukkan penurunan signifikan. (Beritasatu.com/Mita Amalia Hapsari)

Jakarta, Beritasatu.com - Memasuki hari ke-6 Ramadan 2026, harga bahan pokok di Pasar Klender SS masih tergolong tinggi. Komoditas, seperti daging sapi, cabai rawit merah, hingga bawang merah belum menunjukkan penurunan signifikan.

Kondisi ini tak hanya dikeluhkan pembeli, tetapi juga para pedagang yang mengaku semakin tertekan karena tipisnya margin keuntungan. Ruyat (56), pedagang daging di Pasar Klender SS, mengaku kesulitan menjual daging sapi impor karena harga dari distributor sudah terlalu tinggi.

Menurutnya, bagian eyeround dari distributor dibanderol Rp 133.500 per kilogram. Padahal, harga normal biasanya berada di kisaran Rp 105.000 per kilogram. “Harga daging impor terlalu tinggi. Kalau dari distributor sudah Rp 133.500, kami mau jual berapa?” ujarnya kepada Beritasatu.com, Selasa (24/2/2026).

ADVERTISEMENT

Meski mahal, Ruyat tetap menyediakan beberapa bagian daging sapi impor demi menjaga pelanggan tetapnya. Untuk bagian leher, ia menjual seharga Rp 120.000 per kilogram, dengan harga beli dari distributor Rp 117.000 per kilogram.

Tak hanya daging impor, harga daging sapi lokal segar pun masih tinggi. Saat ini Ruyat menjual daging sapi lokal di harga Rp 140.000 per kilogram.

Padahal, harga dari rumah potong hewan (RPH) sudah mencapai Rp 128.000 per kilogram. Artinya, margin keuntungan pedagang sangat tipis. “Saya enggak ngerti juga kenapa bisa mahal begini. Sudah lama ini naik terus, dari November tahun lalu sudah tinggi terus,” kata Ruyat.

Tingginya harga daging dan komoditas lain pada awal Ramadan membuat aktivitas jual beli belum sepenuhnya pulih. Pedagang harus menahan risiko harga yang fluktuatif, sedangkan pembeli terpaksa menyesuaikan jumlah belanja.

Jika tren ini berlanjut, stabilitas harga bahan pokok selama Ramadan 2026 menjadi perhatian penting, terutama bagi masyarakat menengah ke bawah yang terdampak langsung oleh kenaikan harga pangan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Harga Daging Sapi Jelang Lebaran

Harga Daging Sapi Jelang Lebaran

MULTIMEDIA
Kementan Perketat Pengawasan Harga Daging Seminggu Jelang Lebaran

Kementan Perketat Pengawasan Harga Daging Seminggu Jelang Lebaran

EKONOMI
Harga Daging Surabaya Stabil Saat Ramadan, Stok Aman Jelang Lebaran

Harga Daging Surabaya Stabil Saat Ramadan, Stok Aman Jelang Lebaran

JAWA TIMUR
Sebut Harga Pangan Aceh Terkendali, Mendag: Daging Ayam Ras Rp 35.800

Sebut Harga Pangan Aceh Terkendali, Mendag: Daging Ayam Ras Rp 35.800

EKONOMI
Jelang Ramadan, Pemerintah Perketat Pengawasan Harga Sapi Hidup

Jelang Ramadan, Pemerintah Perketat Pengawasan Harga Sapi Hidup

EKONOMI
Harga Daging Sapi di Jakarta Naik Gara-gara Pedagang Mogok

Harga Daging Sapi di Jakarta Naik Gara-gara Pedagang Mogok

JAKARTA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon