Pramono Ungkap Sulitnya Migrasi dari Kendaraan Pribadi ke Angkot
Rabu, 25 Februari 2026 | 17:00 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Gubernur Jakarta Pramono Anung Wibowo menyebut kebiasaan masyarakat menggunakan kendaraan pribadi masih menjadi penyebab kebijakan transportasi umum (angkot) belum sepenuhnya berhasil.
Menurut Pramono, masalah utama adalah karena masyarakat masih memilih menggunakan transportasi pribadi.
"Sehingga integrasi yang sudah dilakukan, menyangkut integrasi transportasi, visi, kebijakan, tarif, operasional, supaya orang naik kendaraan umum, belum sepenuhnya berhasil karena memang harus mengubah kebiasaan," kata Pramono dilansir dari Antara, Rabu (25/2/2026).
Kendati demikian, Pramono mengaku terus berupaya mengubah kebiasaan tersebut dengan berbagai kebijakan. Salah satunya adalah menggratiskan 15 golongan untuk menggunakan transportasi umum.
Selain itu, Pramono juga mengeluarkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 6 Tahun 2025 yang mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai di lingkungan Pemprov DKI Jakarta menggunakan transportasi umum setiap hari Rabu.
Pramono juga membentuk Transjabodetabek agar warga wilayah penyangga yang bekerja di Jakarta bisa menggunakan transportasi umum. "Dan itu terbukti bahwa dalam waktu satu tahun pemerintahan yang saya pimpin, ada kenaikan signifikan orang yang naik transportasi umum," ungkapnya.
Ia menilai konektivitas transportasi di Jakarta sudah mencapai 92 persen. Namun, jumlah pengguna rutin transportasi umum di Jakarta masih sekitar 23,6 persen karena masih ada warga yang memilih menggunakan kendaraan pribadi menuju halte atau stasiun terdekat lalu memarkirkan kendaraannya di park and ride.
Pramono berharap masyarakat kelak memiliki kebiasaan menggunakan transportasi umum dari rumah masing-masing. Ia juga berharap wilayah penyangga turut membangun fasilitas transportasi seperti halte yang nyaman, sehingga diharapkan semakin banyak masyarakat beralih menggunakan transportasi umum.
Meski belum banyak masyarakat yang menggunakan transportasi umum, Pramono menilai kebiasaan bertransportasi umum kini sudah kian tertib.
"Mudah-mudahan tawaran transportasi yang murah, fasilitas bagus, dan ketepatan waktu juga penting. Itu akan membuat orang kemudian beralih menggunakan transportasi umum," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




