ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Perbaiki Kualitas, SPPG Kemayoran Wajibkan MBG Lolos Uji Oganoleptik

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:54 WIB
IA
IC
Penulis: Ichsan Ali | Editor: CAH
SPPG Harapan Mulia 1, Kemayoran, Jakarta Pusat, menerapkan standar pengawasan ketat dalam operasional program makan bergizi gratis (MBG) pascalebaran.
SPPG Harapan Mulia 1, Kemayoran, Jakarta Pusat, menerapkan standar pengawasan ketat dalam operasional program makan bergizi gratis (MBG) pascalebaran. (Beritasatu.com/Ichsan Ali)

Jakarta, Beritasatu.com - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Harapan Mulia 1, Kemayoran, Jakarta Pusat, menerapkan standar pengawasan ketat dalam operasional program makan bergizi gratis (MBG) pascalebaran. Salah satu tahapan krusial yang wajib dilalui sebelum makanan sampai ke penerima manfaat adalah uji organoleptik.

Kepala SPPG Harapan Mulia 1, Fakhri Irfan Pribadi, menjelaskan uji ini dilakukan untuk mendeteksi kualitas makanan melalui indra manusia, seperti bau, tekstur, dan aroma.

"Untuk uji sampelnya itu biasanya sebelum dibagikan ada namanya organoleptik, Pak. Jadi organoleptik itu nanti akan diuji bersama kepala SPPG dan ahli gizi sebelum didistribusikan ke penerima manfaat," ujar Fakhri kepada wartawan di SPPG Harapan Mulia 1, Selasa (31/3/2026). 

ADVERTISEMENT

Fakhri menjelaskan, langkah ini diambil sebagai bentuk mitigasi risiko terhadap kualitas pangan yang akan dikonsumsi oleh ribuan siswa di tujuh sekolah dan penerima manfaat di satu Posyandu. Jika ditemukan ketidaksesuaian pada sampel makanan, pihak SPPG tidak akan ragu untuk membatalkan distribusi.

"Jadi kalau semisal di organoleptik itu kan ada bau, tekstur, dan juga aroma yang tidak sedap, itu nanti kita bisa tarik kembali agar tidak didistribusikan," tegas Fakhri.

Fakhri mengatakan, selain uji organoleptik pada masakan matang, pengawasan juga dilakukan sejak tahap awal melalui sistem hazard analysis critical control point (HACCP). Ia menegaskan pihaknya memiliki otoritas penuh untuk menolak bahan baku dari pemasok jika kualitasnya diragukan.

"Dari penerimaan bahan baku sampai distribusi kita juga menerapkan namanya HACCP yaitu Hazard Analysis Critical Control Point, di mana kita harus tahu terlebih dahulu titik kritis kontrolnya tersebut. Jadi kalau semisal dari penerimaan bahan baku dari awal ada yang menurut kita dari bau, aroma, ataupun teksturnya tidak sesuai, kita berhak mengembalikan ke supplier," tambah Fakhri.

Fakhri mencontohkan, menu hari ini mencakup buah semangka yang memiliki risiko penurunan kualitas jika dibiarkan terlalu lama, SPPG memberikan instruksi khusus pada label tray makanan.

"Kita juga sudah menganjurkan ada label di ompreng kita, di tray, untuk dikonsumsi paling maksimal itu 3 jam," jelas Fakhri.

Fakhri pun menjelaskan, SPPG Harapan Mulia 1 aktif melibatkan lembaga yang berwenang dalam bidang keamanan pangan, seperti BPOM dan Kementerian Kesehatan, guna memastikan seluruh tahapan operasional memenuhi standar kesehatan yang berlaku.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

BGN Pastikan Gaji Pegawai SPPG Tak Berubah

BGN Pastikan Gaji Pegawai SPPG Tak Berubah

NASIONAL
Tanggapi Susu Sekolah Gratis yang Dijual, Begini Respons Kepala BGN

Tanggapi Susu Sekolah Gratis yang Dijual, Begini Respons Kepala BGN

NASIONAL
BGN Hentikan Sementara 2.162 SPPG, Ini Daftar Pelanggarannya

BGN Hentikan Sementara 2.162 SPPG, Ini Daftar Pelanggarannya

NASIONAL
Program MBG Jangkau 60 Juta Orang, Santri Baru 10 Persen

Program MBG Jangkau 60 Juta Orang, Santri Baru 10 Persen

NASIONAL
Penyaluran MBG Jadi 5 Hari, Efisiensi Anggaran Capai Rp 20 Triliun

Penyaluran MBG Jadi 5 Hari, Efisiensi Anggaran Capai Rp 20 Triliun

EKONOMI
BGN Hentikan Operasional 1.256 SPPG di Wilayah Indonesia Timur

BGN Hentikan Operasional 1.256 SPPG di Wilayah Indonesia Timur

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT