BGN Hentikan Sementara 2.162 SPPG, Ini Daftar Pelanggarannya
Kamis, 2 April 2026 | 19:28 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat sebanyak 2.162 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) dihentikan sementara. Dari total tersebut, sebanyak 1.789 SPPG disuspensi untuk dilakukan perbaikan.
“Sebanyak 26.066 SPPG telah beroperasi, dengan 2.162 dihentikan sementara. Dari jumlah tersebut, 1.789 disuspensi, SP1 sebanyak 368, dan SP2 sebanyak 5, sehingga totalnya 2.162,” kata Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Ia menerangkan, angka tersebut bersifat dinamis seiring dengan proses perbaikan atas pelanggaran yang ditemukan. Beberapa pelanggaran antara lain belum terpenuhinya sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS) serta belum tersedianya instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
“Tentu masih ada kekurangan di berbagai aspek, tetapi sementara ini Insyaallah akan semakin baik. Jadi tadi ada 2.162 jumlah totalnya, tetapi 1.789 disuspensi untuk diperbaiki. Jika tidak diperbaiki, maka akan ditutup,” imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, banyaknya SPPG yang disuspensi antara lain disebabkan belum melakukan pendaftaran atau belum terbitnya SLHS, serta belum memiliki IPAL. Ia menyebutkan, data terus bergerak, khususnya terkait SLHS yang diperkirakan dapat terbit dalam waktu dekat.
“Jadi meskipun ada SPPG yang sudah sangat baik, jika SLHS belum terbit dalam satu bulan, maka kami suspend terlebih dahulu. Nanti data ini akan terus berkembang karena bisa saja dalam dua atau tiga hari SLHS sudah terbit,” jelasnya.
Sementara itu, ia menambahkan, pihaknya akan membuka kembali status suspend jika SPPG telah menyelesaikan pembangunan IPAL. Selain itu, sanksi suspend juga diberikan kepada SPPG yang melakukan pelanggaran dalam operasional.
“Selama Ramadan kemarin, ada 62 SPPG yang menghasilkan menu kurang sesuai. Hal itu sempat menjadi perhatian di media sosial, sehingga kami hentikan sementara agar mereka melakukan perbaikan,” pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




