Jenderal Andika Bantu Pengobatan Penderita Fistula Ani
Minggu, 14 Februari 2021 | 19:20 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa membantu pengobatan seorang perempuan yang menderita sakit fistula ani, Iis Riani. Iis berterima kasih atas bantuan Jenderal Andika.
"Terima kasih kepada Bapak Andika Perkasa yang sudah mau menolong dengan keadaan saya yang seperti ini. Ibu sudah mengobati Iis ke mana-mana sampai ibu sudah kewalahan. Sudah ke spesialis dalam tapi tidak ada perubahannya," ujar Ibunda Iis, Rohmaniah seperti dilihat dari akun Youtube TNI Angkatan Darat (AD), Minggu (14/2/2021).
Iis merupakan adik dari seorang penyandang disabilitas, Sandi Rihata. Sandi sehari-hari bekerja sebagai tukang bangunan di lingkungan Markas Besar TNI AD (Mabesad). Sandi menjadi sosok yang memotivasi karena ketekunannya dalam bekerja di tengah keterbatasan.
Informasi mengenai pemuda itu pun sampai di telinga Jenderal Andika. Pimpinan tertinggi matra AD itu lalu mengirimkan kabar bahagia kepada Sandi. Jenderal Andika memberikan kesempatan kepada adik Sandi yang menderita fistula ani untuk menjalani pengobatan di Rumah Sakit Pusat AD (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta.
Fistula ani adalah terbentuknya saluran di antara ujung usus besar dan kulit di sekitar anus atau dubur. Kondisi ini disebabkan oleh adanya infeksi yang berkembang menjadi benjolan berisi nanah (abses) di area kulit sekitar anus.
Sandi yang didampingi oleh tim dari TNI AD, kemudian menjemput Iis dan orang tuanya di kampung halaman di daerah Jawa Barat. Mereka kemudian diantar menuju RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Usai menjalani serangkaian pemeriksaan, proses penyembuhan fistula ani yang diderita Iis harus ditempuh melalui operasi.
Sebelum menjalani operasi, Iis memperoleh kesempatan untuk bertemu langsung dengan Jenderal Andika beserta istri Hetty Andika Perkasa. Pada kesempatan itu, Iis menceritakan penyakit yang dideritanya.
"Sakit kalau buang air besar. Tadi pas diperiksa katanya bukan wasir, fistula ani. Kalau duduk enggak nyaman. Jadi kerjanya juga ikut enggak nyaman," kata Iis yang berujar bahwa dirinya bekerja di pabrik sepatu selepas lulus SMK.
Iis juga menyampaikan bahwa dirinya ingin bekerja, tetapi yang sesuai dengan kondisi fisiknya saat ini. Mendengar hal tersebut, Andika menawari Iis untuk bekerja sebagai pekerja honorer di RSPAD Gatot Soebroto.
"Oke, kalau memang niatnya adalah cari kerja yang duduknya tidak terlalu lama seperti duduk di pabrik, saya sama ibu tidak bisa memberi pilihan yang banyak karena keterbatasan kami. Kalau memang mau kerja di rumah sakit, nanti sebagai honorer. Rumah sakitnya di mana? Di rumah sakit di tempat Iis akan dioperasi itu," kata Andika.
Iis pun menyambut riang tawaran Jenderal Andika. Sementara itu, Hetty Andika Perkasa berpesan kepada Iis untuk tetap tenang dan rileks menghadapi operasi yang akan dijalani.
"Kalau rileks, semua otot-otot, saraf-saraf tenang, proses operasi lebih gampang, itu menurut saya. Kalau kita rileks, hati kita tenang, proses penyembuhannya lebih cepat," kata Hetty seraya mendoakan agar Iis lekas sembuh.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




