ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kasus Praktik Filler Payudara Ilegal, Polisi Buru Tersangka Lain

Selasa, 6 April 2021 | 21:12 WIB
BM
BW
Penulis: Bayu Marhaenjati | Editor: BW
Petugas dari Polres Metro Jakarta Barat menunjukkan cairan dalam kasus praktik filler payudara ilegal, di Mapolres Jakarta Barat, Selasa 6 April 2021.
Petugas dari Polres Metro Jakarta Barat menunjukkan cairan dalam kasus praktik filler payudara ilegal, di Mapolres Jakarta Barat, Selasa 6 April 2021. (Humas Polres Jakbar)

Jakarta, Beritasatu.com - Polres Metro Jakarta Barat masih mencari seseorang berinsial L, yang memberikan pelatihan singkat dan sertifikat terkait praktik filler payudara ilegal kepada tersangka SR.

Sertifikat itu yang kemudian menjadi modal tersangka SR untuk menjalankan praktik penyuntikan filler payudara ilegal.

"Sertifikat diberikan L, saat ini masih dikejar. Kami belum tahu identitas lengkap. Ini diberikan hanya belajar satu hari terkait teknik filler tersebut, diberikan kepada tersangka SR," ujar Kapolres Metro Jakarta Barat Komisaris Besar Polisi Ady Wibowo, Selasa (6/4/2021).

Pelatihan Singkat
Ady mengatakan, tersangka SR mengikuti pelatihan singkat terkait teknik penyuntikan filler itu medio Oktober 2020 lalu.

ADVERTISEMENT

"Tersangka SR dengan L melakukan kegiatan privat pelatihan filler payudara, dilakukan sehari latihannya," ungkapnya.

Menurut Ady, sertifikat itu kemudian menjadi modal tersangka SR untuk menjalankan praktik ilegal dengan memasang promosi jasa penyuntikan filler payudara di media sosial Instagram.

Dia menawarkan cairan filler untuk memperbesar payudara dan bokong dengan harga bervariasi semisal, 500 cc dibanderol Rp 5 juta, sedangkan 250 cc seharga Rp 2 juta.

"Tersangka tidak punya latar belakang kedokteran, yang bersangkutan hanya sarjana pertanian. Jadi tidak ada kaitan dengan medis atau kedokteran," ungkapnya.

Ady menyampaikan, tersangka SR membeli cairan filler itu dari seseorang berinisial ML melalui online. Dia beli seharga Rp 3,5 juta per liter atau 1.000 cc. Selain menjalankan praktik penyuntikan, SR juga menjual kembali cairan filler itu secara online dengan harga Rp 4,5 juta per liter, sehingga dia mendapatkan keuntungan Rp 1 juta per liter.

"Kami kembangkan penyelidikan ke wilayah Batam, di sana kami amankan tersangka ML. Kami amankan 298 botol atau 298 liter," katanya.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon