ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Forum Pensiunan BUMN Gelar Aksi Keprihatinan

Kamis, 29 April 2021 | 21:04 WIB
YD
YD
Penulis: Yudo Dahono | Editor: YUD
Aksi unjuk rasa yang dilakukan Forum Pensiunan BUMN Nasabah Jiwasraya, Kamis 29 April 2021.
Aksi unjuk rasa yang dilakukan Forum Pensiunan BUMN Nasabah Jiwasraya, Kamis 29 April 2021. (dok)

Jakarta, Beritasatu.com - Puluhan orang yang tergabung dalam Forum Pensiunan BUMN Nasabah Jiwasraya (FPBNJ), melakukan aksi keprihatinan di kementerian BUMN Jakarta Pusat, Kamis (29/4/2021). Aksi keprihatinan ini sebagian besar merupakan purnabhakti PT Garuda Indonesia mereka mewakili jutaan pensiunan BUMN lainnya yang menuntut agar polis anuitas dana pensiun dapat dihilangkan dari restrukturisasi Jiwasraya.

Sejumlah peserta aksi keprihatinan menyuarakan orasi dan membentangkan spanduk bertuliskan "tolong hentikan restrukturisasi jiwasraya karena melanggar uu dan merampas hak pensiun kami sebagai warga lanjut usia".

Koordinator aksi yang juga merupakan Ketua Forum Pensiunan BUMN Nasabah Jiwasraya Syahrul Tahir mencoba mendesak memasuki area kantor kementerian BUMN dan bersikeras untuk menemui Menteri BUMN Erick Tohir maupun jajaran pejabat Kementerian BUMN lainnya.

Namun usaha tersebut hanya diterima dan berdiskusi dengan staf humas Kementerian BUMN.

ADVERTISEMENT

"Ya jelas kami kecewa, pasalnya pada tanggal 5 April lalu kami pernah bersurat ke Kementerian BUMN, perihal aspirasi restrukturisasi polis tradisional PT Asuransi Jiwasraya bagi pensiunan BUMN namun surat yang dikirim melalui kurir tidak juga masuk dan hasilnya nihil. Kami sebenarnya kirim juga pakai surat elektronik, dan juga pada tanggal 12 April kami datangi langsung Kementerian BUMN tetapi tidak bisa bertemu dengan pejabat Kementerian BUMN, sekarang kami lakukan aksi demo pun tuntut pemotongan polis anuitas dana pensiun, tidak ada tanggapan dari pejabat Kementerian BUMN," ujar Syahrul.

FPBNJ berharap hasil pertemuan dengan staf humas Kementerian BUMN dengan FPBNJ dapat disampaikan sebelum tenggat waktu penyelesaian restrukturisasi pada bulan Mei mendatang. FPBNJ mengharapkan Kementerian BUMN, Direksi Jiwasraya mengundang dalam satu pertemuan guna membahas penyelesaian masalah restrukturisasi secara adil.

Terdapat 12 dana pensiun BUMN yang menolak skema restrukturisasi Jiwasraya. Para pensiunan tersebut menganggap skema Jiwasraya merugikan serta melanggar aturan soal manfaat dana pasti yang mereka terima tandas Syahrul.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon