Rizieq Sebut Serangan Buzzer Bayaran Semakin Ganas saat Dia Tiba di Tanah Air
Kamis, 20 Mei 2021 | 18:09 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Rizieq Syihab mengungkapkan serangan buzzer (pendengung) bayaran di media sosial, semakin ganas dan marak saat dirinya dan keluarga tiba di Tanah Air pada, 10 November 2020.
"Serangan buzzer bayaran tidak berhenti supaya Polri menangkap saya," kata Rizieq Syihab saat membacakan nota pembelaan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (20/5/2021).
Bahkan, pasca-Maulid Nabi SAW di Petamburan pada 14 November 2020, serangan buzzer di media sosial semakin gencar dan masif dengan memanfaatkan isu pelanggaran protokol kesehatan yang terjadi di acara tersebut walaupun sudah membayar denda administratif Rp 50 juta.
Dan, pada 17 November 2020 saat dirinya menerima surat bebas Covid-19 dari Bandara Soekarno Hatta, Rizieq baru melaksanakan isolasi mandiri di rumahnya, di Petamburan.
"Namun, serangan buzzer semakin ganas dan meluas. Bahkan, serangan tersebut bagai gayung bersambut," ungkapnya.
Dia melanjutkan, pada 19 November 2020 Jalan Raya Petamburan didatangi Pasukan Komando Khusus TNI yang terdiri dari tiga pasukan elit eTNI yakni Kopassus, Marinir, dan Paskhas.
"Sesuai aturan, Kopsus ini tidak bergerak tanpa perintah Presiden. Saat itu, entah siapa yang menggerakan pasukan elite ini," imbuhnya.
Kehadiran Kopsus TNI, kata dia, sempat menakut-nakuti warga. "Ini merupakan teror bagi keluarga saya dan tetangga di Petamburan. Saya dan keluarga pindah tempat isolasi mandiri ke rumah kami di Sentul Bogor," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




