Banyak Temukan Artefak Bersejarah, Pembangunan MRT Libatkan Ahli Cagar Budaya
Selasa, 1 Juni 2021 | 09:30 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pembangunan proyek MRT Jakarta kini tengah fokus pada fase 2A yang akan menghubungkan Bundaran HI dengan Thamrin. Dalam proses pembangunannya, ternyata banyak ditemukan beberapa artefak bersejarah.
Oleh sebab itu, pihak pengembang dan konstruksi mengajak serta para tim ahli cagar budaya dalam pengerjaan MRT Fase 2 ini.
"Untuk pengerjaaan fase 2A ini, konstruksi jalurnya memang akan melalui sejumlah bangunan yang dianggap sebagai cagar budaya sehingga harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Setidaknya ada 10 lokasi bernilai historis tinggi yang akan dilewati pada rute fase 2A. Seperti Tugu Jam Thamrin, Bundaran Bank Indonesia, Bank Indonesia Thamrin, Monumen Nasional (Monas), Museum Nasional, Menara BTN, Istana Presiden RI, Gedung Arsip Nasional, Gedung Candra Naya, serta Museum Bank Mandiri. Dalam pengerjaannya memang perlu kehati-hatian," ungkap Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar, dalam jumpa pers di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Senin (31/5/2021).
Dari penggalian yang telah dilakukan antara Thamrin hingga Monas, pihak MRT banyak menemukan beberapa peninggalan sejarah yang diperkirakan berasal dari abad 18 sampai 20 Masehi.
"Ddalam pengerjaan konstruksi Stasiun Thamrin dan Stasiun Monas, kita banyak menemukan artefak atau benda bersejarah selama proses eksvakasi. Mulai dari tulang sendi dan gigi bovidae (hewan pemamah biak, seperti kerbau, antelop, bison), fragmen keramik Tiongkok, fragmen keramik Eropa, peluru, botol tembikar, hingga koin Belanda. Berdasarkan ahli cagar budaya, semua berasal dari abad ke 18 sampai 20 Masehi," tegasnya.
William mengaku masih terus berkoordinasi dengan para ahli cagar budaya untuk bisa memamerkan penemuan benda sejarah yang didapat selama penggalian konstruksi Stasiun Thamrin dan Stasiun Monas.
"Yang jelas kita akan tetap menyelamatkan beberapa penemuan artefak bersejarah dengan berkoordinasi bersama pihak museum dan ahli cagar budaya. Untuk saat ini, 25 objek artefak tersebut kini sudah disimpan dalam sebuah meja etalase di ruang galeri pusat informasi pengunjung, yang letaknya akan berdekatan dengan akses masuk/keluar Stasiun MRT Monas. Ke depannya kita akan berkoordinasi dengan museum dan ahli cagar budaya tentang penempatan artefak agar bisa disaksikan oleh masyarakat dan bisa jadi alat edukasi masyarakat," tandasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




