DKI Jakarta dan Jatim Sumbang Angka Kematian Tertinggi Akibat Covid-19
Jumat, 4 Juni 2021 | 16:15 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - DKI Jakarta dan Jawa Timur menjadi provinsi penyumbang angka kematian dengan jumlah tertinggi akibat Covid-19 di Indonesia per 3 Juni 2021 sebesar 187 orang. Angka ini merupakan yang tertinggi di Asia Tenggara berdasarkan WHO Covid-19 Dashboard.
Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat dalam satu minggu terakhir, per 28 Mei 2021 hingga 3 Juni 2021, terjadi peningkatan kasus kematian sebanyak 1.767, belum lagi kasus terkonfirmasi positif yang menunjukkan tren peningkatan, terutama memasuki minggu ketiga setelah libur Idulfitri 1442 H.
Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19, Alexander K Ginting mengatakan berdasarkan hasil kajian mortality audit (angka kematian) akibat Covid-19 mencatat DKI Jakarta dan Jawa Timur penyumbang angka kematian tertinggi.
"Jadi survei ini terhadap angka kematian yang terjadi di sekitar tahun 2020. Kalau kita lihat secara statistik DKI Jakarta dan kemudian Jawa Timur banyak memberikan kontribusi terhadap angka kematian. Termasuk juga di tenaga kesehatannya, jadi tidak hanya di pasien. Jadi termasuk di Jawa Timur dan di Jakarta," ungkap Alex dalam diskusi BNPB bertema Strategi Penanganan Kesehatan Berdasarkan Kajian Mortality Audit secara virtual pada Jumat (4/6/2021).
Kajian pada 10 rumah sakit (RS) rujukan dan 9 RS non-rujukan di DKI Jakarta, serta 14 RS rujukan dan 7 RS non-rujukan di Jawa Timur, yang dilakukan Bidang Penanganan Kesehatan Satgas dengan periode penentuan sampel pada Mei hingga September 2020, tercatat rata-rata terjadi kematian sebesar 50%.
"Oleh karena itu kita ingin melihat dari 2 provinsi ini gambaran apa kira-kira yang perlu kita evaluasi dapat perlu dibenahi, agar ke depan para klinikus bersama seluruh organisasi profesi bisa melakukan pembenahan," urai Alex.
Menurutnya dengan adanya data ini maka akan ada update untuk para dokter dan perawat dalam menangani pasien Covid-19. Diakui dalam mengatasi virus ini, dokumen atau data akan selalu terus berubah.
"Jadi tata kelolanya juga berubah dan virusnya juga berubah, karakternya juga bisa berubah. Oleh karena itu memang kita berharap melalui survei ini dokter-dokter bisa update termasuk juga para perawat baik yang di ruang isolasi maupun ruang ICU," ujar Alexander.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




