ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pemprov DKI Temukan 808 Klaster Keluarga Seusai Lebaran

Kamis, 10 Juni 2021 | 13:25 WIB
YP
BW
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: BW
Rukun tetangga di rukun warga 04 Kampung Rawacana, Kelurahan Gandasari, Kota Tangerang, melakukan micro lockdown, Selasa 8 Juni 2021.
Rukun tetangga di rukun warga 04 Kampung Rawacana, Kelurahan Gandasari, Kota Tangerang, melakukan micro lockdown, Selasa 8 Juni 2021. (Berita Satu/Chairul Fikri)

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menemukan 808 klaster keluarga seusai Lebaran 2021.

Dari jumlah klaster tersebut, sebanyak 1.494 kasus positif aktif Covid-19. Data ini berdasarkan data yang diambil dari situs corona.jakarta.go.id. Data itu tercatat dari 24 Mei hingga 6 Juni 2021.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia mengakui adanya 808 klaster keluarga setelah Lebaran 2021.

Secara umum, kata Dwi, terdapat klaster kecil yang terdiri dari 2-3 orang dan juga ada klaster besar yang terdiri dari 20 orang atau lebih.

ADVERTISEMENT

"Sekarang kita menemukan 800-an klaster. Klaster itu bisa kecil, bisa besar, kalau dua orang punya riwayat penularan yang sama itu juga menjadi klaster namanya, sehingga beberapa tempat kita lihat ada klaster yang sampai 20 orang," ujar Dwi, Kamis (10/6/2021).

Dwi menjelaskan, satu klaster terbentuk jika orang memiliki riwayat kegiatan yang sama dan setelahnya terpapar Covid-19. Sebagian besar, kata dia, klaster yang terjadi pascalebaran di Jakarta merupakan klaster kecil, seperti klaster perjalanan keluar kota oleh satu keluarga yang terdiri dari 2-3 orang.

"Mayoritas klasternya kecil-kecil, tetapi banyak dan ada semua di wilayah kota Jakarta," tandas dia.

Namun, kata Dwi, terdapat juga klaster besar seperti yang terjadi di RT 003, RW 003, Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur.
Menurut Dwi, klaster yang terjadi di RT 003 Cilangkap merupakan klaster silahturahmi Lebaran yang menyebabkan banyak yang terjangkit Covid-19.

Dari klaster RT 003 ini, terdapat 104 orang yang positif Covid-19 dan akhirnya RT 003 menerapkan micro lockdown. Hingga saat ini, sebagian besar dari mereka telah sembuh dari keterpaparan Covid-19.

"Ada juga klaster yang terjadi karena buat kegiatan, seperti silahturahmi. Klaster-klaster seperti ini membuat kasus Covid-19 di Jakarta meningkat," pungkas Dwi.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Djarot Nostalgia di Balai Kota Saat Open House Lebaran

Djarot Nostalgia di Balai Kota Saat Open House Lebaran

JAKARTA
Semarak Transisi Imlek Menuju Ramadan di Bundaran HI

Semarak Transisi Imlek Menuju Ramadan di Bundaran HI

MULTIMEDIA
Begini Langkah Pemkot Jakpus Tertibkan Kabel Semrawut di Menteng

Begini Langkah Pemkot Jakpus Tertibkan Kabel Semrawut di Menteng

JAKARTA
Permintaan Sedot Tinja di Jakarta Naik 100 Persen, Warga Kian Sadar

Permintaan Sedot Tinja di Jakarta Naik 100 Persen, Warga Kian Sadar

JAKARTA
Ini Langkah Pramono Jadikan Jakarta Kota Global Hijau dan Tangguh

Ini Langkah Pramono Jadikan Jakarta Kota Global Hijau dan Tangguh

JAKARTA
Jakarta Perkuat Transportasi Jabodetabek, Rano: Armada Bus Ditambah

Jakarta Perkuat Transportasi Jabodetabek, Rano: Armada Bus Ditambah

JAKARTA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon