Agustus, Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Diprediksi Tembus 218.308
Senin, 21 Juni 2021 | 17:08 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memprediksi jumlah kasus aktif Covid-19 mencapai angka 218.308 kasus pada awal Agustus 2021 mendatang. Angka ini berdasarkan tren peningkatan kasus yang terjadi belakangan ini dan merupakan bagian dari mitigasi untuk mengantisipasi hal yang terjadi ke depannya.
"Kalau kita lakukan prediksi ini bisa sampai tembus kasus aktif harian itu mencapai lebih dari 70.000. Bahkan kalau sampai Agustus bisa mencapai 218.000," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Widyastuti ,di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (21/6/2021).
Jika merujuk pada kasus aktif dalam tiga pekan terakhir, terdapat tren penambahan kasus aktif setiap pekannya sebanyak 56%. Pada 12 Juni, jumlah kasus aktif di Jakarta sebanyak 15.624 kasus dan mengalami penambahan sebanyak 56% seminggu kemudian, yakni 19 Juni di mana kasus aktifnya mencapai angka 24.511 kasus.
Angka ini diprediksikan kembali 56% pada sepekan ke depan, yakni pada 26 Juni dengan jumlah kasus aktif bakal mencapai angka 38.237 kasus dan pada 3 Juli diprediksi kasus aktifnya naik 59.649. Tren penambahan 56% per pekan bakal terjadi hingga Agustus dengan prediksi jumlah kasus aktif sebanyak 218.308 kasus.
Widyastuti mengatakan, angka ini adalah angka prediksi sehingga Pemprov DKI Jakarta bersama elemen masyarakat mengambil langkah-langkah ekstra untuk mengendalikan laju kasus aktif tersebut. Hal ini, kata Widyastuti, pernah dilakukan Pemprov DKI pada tahun lalu sehingga angka prediksi tidak tercapai karena adanya langkah pengendalian yang masif dilakukan Pemprov DKI.
"Kami seperti halnya tahun lalu membuat tren-tren perkiraan sebagai bagian dari mitigasi. Jadi seperti tahun lalu kita juga buat angka predisksi tahun lalu. Alhamdulilah prediksi kita tidak tercapai. Artinya bagus karena bisa dikendalikan. Tahun ini tentunya kita dibantu oleh tenaga ahli untuk menilai bagaimana akselerasi dan kecepatannya. Apabila tidak ada intervensi kita berharap itu tidak terjadi," jelas dia.
Selain pengetatan penerapan PPKM mikro, kata Widyastuti, langkah pengendalian lain adalah disiplin menerapkan protokol kesehatan dan masif melakukan vaksinasi Covid-19.
"Saya sampaikan kekuatan komunitas jadi sangat penting, kekuatan masyarakat untuk menjaga protokol kesehatan dan segera lakuan vaksinasi menjadi salah satu upaya kita yang segera bisa kita lakukan," pungkas Widyastuti.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




