Pemprov DKI Pastikan Semua Vaksin Ampuh Cegah Varian Baru Covid-19
Jumat, 25 Juni 2021 | 07:06 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia menegaskan semua vaksin Covid-19 saat ini ampuh untuk mencegah penularan varian baru Covid-19. Karena itu, Dwi mengajak warga yang berada di Jakarta untuk segera mengikuti vaksinasi Covid-19.
"Dengan vaksinasi dan taat protokol kesehatan secara ketat, dapat meminimalisasi potensi tertular virus ini. Perlu diketahui juga, semua merk vaksin saat ini ampuh untuk mencegah varian mutasi virus baru," ujar Dwi di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (24/6/2021).
Dwi juga menegaskan semua vaksin Covid-19 aman, bermanfaat, dan berkualitas. Karena itu, dia minta warga tidak perlu ragu akan keamanan dan kualitas vaksin karena telah terbukti mencegah orang sakit termasuk mencegah kematian.
"Vaksinasi terbukti tidak hanya mencegah sakit, tetapi juga mencegah kematian. Jadi, ayo kita divaksin dan jangan lewatkan kesempatan vaksinasi ini," imbuh dia.
Pemprov DKI Jakarta, kata Dwi terus melakukan percepatan vaksinasi agar kekebalan komunitas dapat cepat terbentuk, di mana warga berusia di atas 18 tahun sudah dapat divaksinasi. Warga yang ber-KTP DKI Jakarta maupun yang bekerja/bersekolah dan berdomisili DKI Jakarta, dapat mendaftar vaksinasi Covid-19 melalui aplikasi JAKI atau situs corona.jakarta.go.id, untuk menghindari antrean panjang di fasilitas kesehatan.
"Adapun jumlah sasaran vaksinasi total Provinsi DKI Jakarta sebanyak 8.815.157 orang. Untuk vaksinasi program, total dosis 1 saat ini sebanyak 3.753.451 orang atau 43% dari target dan total dosis 2 kini mencapai 1.898.567 orang atau 22% dari target," tutur Dwi.
Sebelumnya, Dwi mengungkapkan pihaknya mencatat sebanyak 70 kasus varian baru mutasi Covid-19 di Jakarta. Dari jumlah tersebut, kata Dwi, terbanyak merupakan kasus impor sebanyak 33 kasus. Hal ini berdasarkan pemeriksaan sampel Whole Genome Sequencing atau WGS. DKI Jakarta sudah mengirim 987 total keseluruhan sampel terduga mutasi virus ke Kementerian kesehatan.
"Dari jumlah 987 sampel terduga mutasi virus, 70 sampel dinyatakan sebagai variant of concern atau VoC," ujar Dwi.
Dari 70 kasus varian baru tersebut, kata Dwi, telah diidentifikasi bahwa 33 kasus memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri atau kasus impor. Sisanya merupakan 19 transmisi lokal varian Delta di DKI Jakarta dan 10 transmisi lokal varian Delta di Depok, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Debotabek) yang mana pemeriksaannya dilakukan di Jakarta
"Lalu delapan kasus masih dalam proses verifikasi apakah merupakan varian Delta dari luar negeri atau transmisi lokal," tandas dia.
Lebih lanjut, Dwi merinci 70 kasus varian baru tersebut, yakni 12 varian Alpha (B117), 3 varian Beta (B1351), 55 varian Delta (B16172).
"Dari hasil studi, varian Delta terbukti empat kali lebih menular dan meningkatkan angka perawatan rumah sakit. Namun, dengan vaksinasi dan taat protokol kesehatan secara ketat, dapat meminimalisasi potensi tertular virus ini," pungkas Dwi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




