ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kadin Minta Kenaikan UMP 2023 Disesuaikan Per Sektor

Selasa, 22 November 2022 | 09:58 WIB
NL
FB
Penulis: Novy Lumanauw | Editor: FMB
Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid.
Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid. (Dok)

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid menyambut baik kebijakan kenaikan upah minimum provinsi (UMP2023) yang ditetapkan pemerintah di tengah lonjakan inflasi sesuai dengan mekanisme dan regulasi yang berlaku. Namun, kebijakan tersebut harus mempertimbangkan juga keberlangsungan usaha pada setiap sektor agar tidak kontraproduktif.

"Tantangan ekonomi global yang dipicu oleh konflik geopolitik terus memicu lonjakan inflasi," kata Arsjad melalui keterangan tertulis yang diterima Selasa (22/11/2022).

Ia mengatakan, pada Oktober 2022, inflasi Indonesia telah mencapai 5,71% yang bakal berimbas pada kenaikan harga-harga bahan pokok dan daya beli masyarakat.

Di sisi lain, lanjutnya, dengan tantangan yang sama, industri dalam negeri juga merasakan dampak yang berbeda-beda. Hal ini tercermin dari penurunan permintaan global yang berdampak pada ekspor Indonesia.

ADVERTISEMENT

Kinerja ekspor tercatat turun 10,99% pada September tahun ini menjadi US$ 24,8 miliar dibandingkan pada bulan sebelumnya. Imbasnya, sektor industri padat karya sebagai penopang penyerapan tenaga kerja di Indonesia menjadi lesu darah karena permintaan yang menurun.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon