Logo BeritaSatu

Tumbuh 8,55% hingga Oktober, Aset IKNB Tembus Rp 3.000 T

Senin, 28 November 2022 | 19:27 WIB
Oleh : Prisma Ardianto / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sektor industri keuangan non bank (IKNB) tergolong cukup tangguh dan tercatat tumbuh positif di tengah kondisi pemulihan ekonomi. Hal tersebut salah satunya dapat tercermin dari total aset IKNB yang tumbuh sebesar 8,55% year on year (yoy) per Oktober 2022 hingga mencapai Rp 3.026,16 triliun.

Anggota Dewan Komisioner sekaligus Kepala Eksekutif Pengawas IKNB OJK, Ogi Prastomiyono menyampaikan, capaian positif tersebut didorong oleh kinerja dari tiga sektor utama IKNB yaitu perasuransian tumbuh 4,69%, lembaga pembiayaan tumbuh 8,36%, dan dana pensiun tumbuh 4,20%. Demikian pula investasi di sektor IKNB yang tumbuh 6,57% (yoy) hingga mencapai Rp 1.800 triliun, terutama didorong oleh kinerja investasi sektor IKNB pada aset yang ditransaksikan di pasar modal.

Advertisement

"Akan tetapi pelaku sektor IKNB perlu mewaspadai risiko ketidakpastian kondisi ekonomi global yang dampaknya tentu akan dirasakan oleh perekonomian nasional. Selain itu, pelaku sektor IKNB perlu mengantisipasi potensi dampak yang ditimbulkan menjelang berakhirnya penerapan kebijakan countercyclical khususnya di sektor jasa keuangan," beber Ogi saat Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi XI DPR, di Jakarta, Senin (28/11/2022).

Walaupun secara umum menunjukkan tantangan lain yang perlu disikapi OJK. Dari sisi demand, beberapa tantangan utama yang dihadapi dalam menjalankan pengawasan di IKNB adalah literasi keuangan terkait manfaat dan risiko produk, khususnya yang tergolong kompleks seperti produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit link.

Penerapan perlindungan konsumen yang lebih optimal juga dilakukan untuk menjaga sekaligus menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap sektor IKNB.

Sementara itu sisi supply atau pelaku usaha, tantangan pengawasan yang dihadapi OJK antara lain terkait jumlah dan sebaran pelaku usaha sektor IKNB. Hal ini termasuk diantaranya adalah lembaga keuangan mikro yang pengawasannya memerlukan sinergi dengan kantor-kantor OJK di daerah maupun dengan pemerintah daerah di tingkat kota/kabupaten.

Keberagaman model bisnis dan kapasitas operasional pelaku usaha sektor IKNB juga menjadi tantangan tersendiri. Selain itu, pemenuhan kebutuhan modal untuk menjaga kelangsungan usaha dan mendukung strategi skala pengembangan pelaku IKNB.

Para pelaku usaha IKNB juga dihadapkan pada tantangan pemenuhan kebutuhan ahli dan berkualifikasi khusus, utamanya di bidang aktuaria, pengelolaan investasi dan teknologi informasi.

Seiring dengan hal tersebut, kualitas tata kelola dan manajemen risiko perlu ditegaskan untuk menjamin kelangsungan usaha. Serta keseimbangan pengaturan pengawasan untuk mendorong inovasi dan digitalisasi di sektor IKNB, sekaligus melindungi kepentingan konsumen.

Dengan mempetimbangkan ise strategis di IKNB maka OJK telah menjalankan program kerja prioritas 2022 yang telah memenuhi kriteria high urgency and importance.

Baca selanjutnya
Secara umum, program kerja prioritas tersebut diklasifikasikan tiga pilar utama, yaitu ...


hal 1 dari 2 halaman

Halaman: 12selengkapnya

Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Bursa Kripto, Ombudsman Minta Keterangan OJK, BI dan Kemenkeu

Ombudsman telah memanggil OJK, BI dan Kemenkeu terkait dengan rencana pembentukan bursa kripto yang masih terhenti.

EKONOMI | 9 Februari 2023

Izin Bursa Berlarut, OJK Pastikan Tak Ada Regulasi Tumpang Tindih

OJK memastikan bahwa, tidak ada regulasi tumpang tindih dengan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

EKONOMI | 9 Februari 2023

PP Presisi Rampungkan 540 Struktur Beton Tol Cinere-Jagorawi

 PT PP Presisi Tbk (PPRE) merampungkan pengangkatan 540 struktur beton proyek jalan tol Cinere-Jagorawi.

EKONOMI | 9 Februari 2023

Belajar dari Nasib Warunk Upnormal, Ini yang Harus Dilakukan Pelaku Usaha F&B

Runtuhnya sejumah bisnis F&B  seperti Warunk Upnormal karena tidak adaptif dan tidak resilience dalam menghadapi perubahan.

EKONOMI | 9 Februari 2023

BPH Migas Tekankan Edukasi Perubahan Harga BBM Nonsubsidi

BPH Migas menyatakan masyarakat perlu diberikan edukasi soal perubahan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi secara berkala.

EKONOMI | 9 Februari 2023

BUMN dan Industri Minerba Didorong Usung Energi Bersih

Kementerian BUMN terus mendorong perusahaan BUMN atau pelat merah termasuk industri minerba untuk mengusung prinsip ekonomi hijau.

EKONOMI | 9 Februari 2023

2023, Bank Ina Bidik Transaksi Digital Rp 2 Triliun

Bank Ina Perdana mengincar transaksi digital melalui INA Mobile bisa meningkat Rp 2 triliun di tahun 2023.

EKONOMI | 9 Februari 2023

Layanan Identitas Digital Permudah Tamu Mendaftar di Hotel

Penerapan layanan identitas digital terverifikasi saat mendaftar di hotel disosialisasikan dalam Rakernas PHRI.

EKONOMI | 9 Februari 2023

Rupiah Hari Ini 9 Februari 2022 Ditutup Melemah ke Rp 15.099

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hari ini Kamis (9/2/2023) ditutup melemah dibandingkan posisi kemarin.

EKONOMI | 9 Februari 2023

IHSG Hari Ini 9 Februari 2023 Ditutup Ambles ke 6.897

IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan perdagangan hari ini Kamis (9/2/2023) turun 42,7 poin (0,62%) ke level 6.897.

EKONOMI | 9 Februari 2023


TAG POPULER

# Sugeng Guruh Gautama


# Disney PHK Karyawan


# Gempa Turki


# Ferdy Sambo


# Capres PDIP


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Akun Peramal Gempa Turki Mendadak Banyak Dipalsukan

Akun Peramal Gempa Turki Mendadak Banyak Dipalsukan

INTERNASIONAL | 3 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE