Direktur PLN Didapuk Honorary Member Di Ajang Konferensi Organisasi Persatuan Insinyur se-Asia Tenggara
Minggu, 11 Desember 2022 | 01:59 WIB
Phnom Penh, Beritasatu.com - Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan (EBT) PLN Wiluyo Kusdwiharto mendapatkan penghargaan bergengsi AFEO Honorary Member di Konferensi Federasi Organisasi Persatuan Insinyur se-Asia Tenggara yang berlangsung awal Desember silam di Ibukota Kamboja, Phnom Penh.
Penghargaan ini kian memperkuat komitmen PLN untuk mendorong pembentukan dan implementasi kebijakan, rencana, serta proyek yang relevan dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kemampuan ekonomi negara.
Adapun penghargaan Honorary Member ini diusulkan oleh Komite Kerjasama Internasional Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Pusat kepada AFEO melalui proses seleksi di tingkat Asean saat acara Conference AFEO (CAFEO).
Konferensi Federasi Organisasi Persatuan Insinyur se-Asia Tenggara atau biasa dikenal sebagai the Conference of Asean Federation of Engineering Organization yang ke-40 diselenggarakan di Hotel Sokha, Phnom Penh, Kamboja dari tanggal 5-8 Desember 2022. Konferensi ini berisikan berbagai aktivitas seperti sesi working group dan Asean Engineering Inspectorate.
Wiluyo berterima kasih atas rekomendasi Komite Kerjasama Internasional Persatuan Insinyur Indonesia (PII) kepada Federasi Organisasi Persatuan Insinyur se-Asia Tenggara (AFEO) sehingga dirinya menjadi salah satu penerima AFEO Honorary Member.
Wiluyo turut menambahkan bahwa penghargaan ini diharapkan bisa menjadi motivasi, dorongan dan cambuk untuk jajaran Direksi dan PLN secara keseluruhan dalam memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.
"Semoga penghargaan ini memberikan semangat kami untuk lebih baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Terima kasih," ujarnya.
Wiluyo menjelaskan, untuk memastikan keandalan pasokan listrik sesuai kebutuhan negara, PLN senantiasa menyediakan dan membangun infrastruktur dengan mengikuti perkembangan zaman. Misalnya, di tengah pemanasan global seperti saat ini, PLN mendorong penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam setiap proyek infrastruktur kelistrikannya.
"Tujuannya adalah untuk menciptakan energi berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mencapai target net zero emission pada tahun 2060", tambahnya.
Beberapa contoh inisiatif yang sudah dilakukan PLN antara lain seperti membangun pembangkit berbasis EBT hingga mendorong ekosistem kendaraan listrik lewat penyediaan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di berbagai daerah.
Upaya transformasi yang dilakukan PLN sebagai sebuah langkah dalam menjawab tantangan global saat ini. Sebagai BUMN yang melayani masyarakat, PLN harus tampil adaptif dan lincah sehingga bisa memitigasi persoalan global.
Tercatat, transformasi PLN juga dilakukan secara menyeluruh, mulai dari melakukan digitalisasi pembangkit, digitalisasi transmisi dan distribusi, digitalisasi sistem keuangan, sistem pengadaan, sistem pembayaran, sampai digitalisasi sistem pelayanan pelanggan.
"Melalui transformasi tersebut, membuat sistem pelayanan kepada pelanggan menjadi lebih cepat. Kemudian, sistem keuangan dan pengadaan menjadi lebih efisien dan operasional kelistrikan menjadi lebih andal", pungkas Wiluyo baru-baru ini di Jakarta.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




