ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Alkindo Naratama Incar Penjualan 2023 Naik Dua Kali Lipat

Senin, 12 Desember 2022 | 14:47 WIB
ZR
FH
Penulis: Zsazya Senorita MC Ramadhani | Editor: FER
PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) bersiap memulai proses commissioning mesin baru untuk meningkatkan kapasitas produksi kertas cokelat berbahan daur ulang.
PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) bersiap memulai proses commissioning mesin baru untuk meningkatkan kapasitas produksi kertas cokelat berbahan daur ulang. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) optimistis penjualan tahun depan bisa tumbuh lebih dari dua kali lipat, seiring pengoperasian mesin-mesin baru perseroan yang diharapkan dapat mulai beroperasi secara komersial pada awal 2023.

Optimisme kinerja tahun depan semakin membaik, seiring bertumbuhnya kebutuhan produk kertas cokelat berbahan daur ulang (recycled brown paper) serta kuatnya jalinan relasi perseroan dengan para pelanggan korporasi.

Rencananya, emiten industri kertas dan bahan kimia tersebut akan memulai proses commissioning mesin-mesin baru untuk meningkatkan kapasitas produksi kertas coklat berbahan daur ulang (recycled brown paper) pada 15 Desember 2022.

Direktur Utama Alkindo Naratama, H Sutanto, mengatakan, commissioning adalah proses memastikan bahwa semua sistem dan komponen dari mesin baru tersebut sesuai dengan persyaratan operasional yang direncanakan.

ADVERTISEMENT

Setelah commissioning berjalan lancar, maka kapasitas produksi kertas cokelat berbahan daur ulang Alkindo Naratama akan meningkat menjadi 220.000 ton per tahun dari kapasitas produksi saat ini yang sekitar 80.000 ton per tahun.

"Kami optimistis peluang pasar produk berbahan kertas coklat hasil daur ulang akan makin bertumbuh seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kelestarian lingkungan," kata Sutanto, Senin (12/12/2022).

Prospek 2023 tersebut, kata Sutanto, turut dilatarbelakangi pandangan Bank Indonesia (BI) bahwa nilai transaksi e-commerce akan terus naik hingga 2024.

Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo memperkirakan, total nilai transaksi e-commerce tahun ini mencapai Rp 489 triliun, lalu naik menjadi Rp 572 triliun pada 2023, dan kembali naik menjadi Rp 689 triliun pada 2024.

"Perseroan mengartikan, peningkatan transaksi e-commerce juga akan meningkatkan kebutuhan kemasan kertas dari barang-barang yang dijual melalui transaksi e-commerce tersebut," tandas Susanto.

Sebelumnya, Sutanto menuturkan target omzet 2023 di level Rp 3 triliun atau tumbuh sekitar dua kali lipat dari target tahun ini Rp 1,7 triliun. Beroperasinya mesin paper kedua diproyeksi bakal memacu pendapatan perseroan.

Sutanto menjelaskan, penambahan mesin paper kedua di PT Eco Paper Indonesia (ECO) selaku anak usaha merupakan program yang sudah dicanangkan perseroan sejak 2021. Saat ini, Eco Paper baru memiliki satu mesin paper berkapasitas 250 ton per hari, atau sekitar 75.000 ton dalam setahun.

"Dengan adanya ini (mesin baru), turnover kami akan menjadi dua kali lipat dari 2021, di mana tahun depan kurang lebih hampir Rp 1,5 triliun, tahun ini akan Rp 1,7 triliun, dan tahun depan bisa Rp 3 triliun. Itu proyeksi dalam waktu dekat," kata Herwanto di acara 'Kamu Beli Saham Apa (KBSA)' Mirae Asset, beberapa waktu lalu.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon