ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pendiri FTX Bersedia Diekstradisi ke AS

Minggu, 18 Desember 2022 | 14:12 WIB
FB
FB
Penulis: Faisal Maliki Baskoro | Editor: FMB
CEO dan pendiri FTX, Sam Bankman-Fried.
CEO dan pendiri FTX, Sam Bankman-Fried. (Dok. FTX)

Bahama, Beritasatu.com - Pendiri dan mantan CEO FTX Sam Bankman-Fried tidak akan lagi menentang ekstradisi ke AS, demikian menurut seseorang yang mengetahui masalah tersebut mengatakan kepada CNBC. Beberapa hari sebelumnya, Bankman-Fried mendekam di penjara Bahama sambil menunggu sidang.

Mantan miliarder kripto itu akan muncul di pengadilan Bahama, Senin (19/12/2022), untuk secara resmi melepaskan hak ekstradisinya, membuka jalan bagi otoritas federal AS untuk mengamankan kepulangannya.

Ekstradisi antara Bahama dan AS dikodifikasikan oleh perjanjian tahun 1991. Dalam praktiknya, proses ini memakan waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun untuk diselesaikan karena terdakwa memiliki banyak kesempatan untuk mengajukan banding. Tim hukum Bankman-Fried awalnya mengatakan bahwa mereka berencana melawan ekstradisi.

Lulusan MIT berusia 30 tahun itu awalnya dijadwalkan untuk sidang berikutnya pada Februari 2023.

ADVERTISEMENT

Perwakilan Bankman-Fried menolak berkomentar.

Bankman-Fried didakwa di pengadilan federal New York pada hari Senin, atas tuduhan penggelapan uang, penipuan sekuritas, konspirasi, dan pencucian uang. Jika dihukum, dia bisa menghadapi sisa hidupnya di penjara. Mantan CEO FTX itu juga menghadapi dakwaan bersamaan dari Securities and Exchange Commission (OJK-nya AS) dan Commodity Futures Trading Commission atas tuduhan penipuan pelanggan FTX miliaran dolar sejak 2019, tahun di mana FTX didirikan.

Di pusat pusaran kejattuhan FTX adalah Alameda Research, dana lindung nilai kripto yang menurut regulator federal menggunakan uang nasabah FTX untuk perdagangan yang kemudian rugi miliaran dolar.

Runtuhnya FTX dipicu ketika CoinDesk mengungkapkan posisi yang sangat terkonsentrasi dalam koin FTT yang diterbitkan sendiri, yang digunakan oleh Alameda Research, sebagai jaminan untuk miliaran pinjaman crypto. Binance, bursa saingan, mengumumkan akan menjual sahamnya di FTT, mendorong penarikan dana secara besar-besaran. Perusahaan membekukan aset dan menyatakan bangkrut beberapa hari kemudian. Tuduhan dari SEC dan CFTC menunjukkan bahwa FTX telah mencampurkan dana pelanggan dengan dana lindung nilai crypto Alameda Research, dan miliaran simpanan pelanggan telah hilang sejauh ini.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon