ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Terbaru! Jokowi Larang Ekspor Bauksit Mulai Juni 2023

Rabu, 21 Desember 2022 | 12:43 WIB
IA
WP
Penulis: Ichsan Ali | Editor: WBP
Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif saat keterangan pers pelarangan ekspor bauksit di Istana Merdeka, pada Rabu 21 Desember 2022. 
Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif saat keterangan pers pelarangan ekspor bauksit di Istana Merdeka, pada Rabu 21 Desember 2022.  (B Universe Photo/Ichsan Ali)

Jakarta, Beritasatu.com -  Pemerintah memutuskan melarang total ekspor bijih bauksit mulai Juni 2023. Larangan ini disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif di Istana Merdeka pada Rabu (21/12/2022).

"Mulai Juni 2023 pemerintah memberlakukan pelarangan ekspor bijih bauksit dan mendorong industri pengolahan dan pemurnian bauksit di dalam negeri," imbuh Jokowi.

Presiden menilai larangan ekspor bauksit akan berdampak pada peningkatan ekonomi dalam negeri, meningkatkan penciptaan lapangan kerja, penerimaan devisa, dan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di Indonesia. "Ekspor bahan mentah akan terus dikurangi, hilirisasi industri berbasis SDA (sumber daya alam) di dalam negeri akan terus ditingkatkan," ungkap Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi menegaskan, larangan ekspor bauksit dilakukan karena melihat dampak positif dari kebijakan stop ekspor nikel yang telah diberlakukan pemerintah pada Januari 2020 lalu.

ADVERTISEMENT

"Pada 1 Januari 2020 kita telah memulai pelarangan ekspor bijih nikel, hasilnya nilai ekspor nikel semula hanya Rp 17 triliun atau US$ 1,1 miliar di akhir tahun 2014, melonjak menjadi Rp 326 triliun atau US$ 20,9 miliar pada tahun 2021 atau meningkat 19 kali lipat. Perkiraan saya tahun ini akan tembus lebih dari Rp 468 Triliun atau lebih dari US$ 30 miliar," jelasnya.

Jokowi sebelumnya  mengatakan meski pemerintah kalah gugatan larangan nikel oleh Uni Eropa di Badan Penyelesaian Sengketa Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), Indonesia akan tetap melakukan hilirisasi timah dan bauksit. Pemerintah juga akan melakukan banding larangan nikel.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Masih Impor Alumunium, Bahlil Dukung Pembangunan Smelter Bauksit

Masih Impor Alumunium, Bahlil Dukung Pembangunan Smelter Bauksit

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon