ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Airlangga: Larangan Ekspor Bauksit Hemat Devisa US$ 2 Miliar

Rabu, 21 Desember 2022 | 16:28 WIB
TP
FH
Penulis: Triyan Pangastuti | Editor: FER
Airlangga Hartarto.
Airlangga Hartarto. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melarang ekspor bijih bauksit. Kebijakan tersebut berlaku mulai Juni 2023 mendatang.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan, larangan eskpor bijih bauksit tersebut akan menguntungkan Indonesia. Bahkan dalam estimasinya akan menghemat devisa sebesar US$ 2 miliar.

"Sekarang jumlah daripada impor aluminium oleh Indonesia itu US$ 2 miliar. Tentu dengan adanya pabrik berproses di Indonesia, maka nilai US$ 2 miliar itu menjadi penghematan devisa," kata Airlangga dalam konferensi pers, di Jakarta, Rabu (21/12/2022).

Adapun pelarangan ekspor bauksit diberlakukan bagi seluruh bauksit mentah hingga bauksit yang telah dicuci. Nantinya, bauksit mentah akan diproses menjadi alumina. Dari alumina akan masuk menjadi aluminium.

ADVERTISEMENT

Menurut Airlangga, nilai ekspor bauksit hasil pencucian dapat dikompensasi dari investasi dan penghematan devisa impor aluminium. Alhasil nilai ekspor bauksit setelah dicuci hanya mencapai US$ 500 juta hingga US$ 600 juta per tahun.

"Adanya perencanaan larangan ekspor bauksit mentah tidak akan mengganggu supply chain negara lain. Sebab negara pengimpor bauksit mentah masih bisa mendapatkan sumber dari negara lain," tegas Airlangga.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan pelaksanaan kebijakan larangan ekspor bauksit tidak lepas dari keberhasilan Indonesia dalam melaksanakan pelarangan ekspor biji nikel mentah yang meningkatkan penerimaan negara.

Jokowi menuturkan, kebijakan ekspor biji nikel membuat Indonesia menerima Rp 17 triliun atau US$ 1,1 miliar pada tahun 2014.

Setelah pemerintah membuat kebijakan larangan ekspor biji nikel per 1 Januari 2020 lalu, angka ekspor nikel Indonesia juga naik menjadi US$ 20,9 miliar atau Rp 326 triliun pada tahun 2021 atau meningkat 19 kali lipat.

"Perkiraan saya tahun ini akan tembus lebih dari Rp 468 triliun atau lebih dari US$ 30 miliar," beber Jokowi.

Khusus untuk larangan ekspor Bauksit, Jokowi meyakini penerimaan Indonesia dari sektor ini akan meningkat hingga lebih 2 kali lipat.

"Dari industrialisasi bauksit didalam negeri ini kita perkirakan pendapatan negara akan meningkat dari Rp 21 triliun menjadi sekitar kurang lebih Rp 62 triliun," ungkapnya.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Masih Impor Alumunium, Bahlil Dukung Pembangunan Smelter Bauksit

Masih Impor Alumunium, Bahlil Dukung Pembangunan Smelter Bauksit

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon