ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pekan Terakhir 2022, Pelaku Pasar Harap Window Dressing

Minggu, 25 Desember 2022 | 18:45 WIB
MF
FH
Penulis: Muhamad Ghafur Fadillah | Editor: FER
Monitor saham di salah galeri sekuritas di Jakarta.
Monitor saham di salah galeri sekuritas di Jakarta. (B Universe Photo/Uthan A Rachim)

Jakarta, Beritasatu.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada minggu terakhir pada tahun 2022 diproyeksikan mengalami peningkatan hingga level 7.053. Selain itu, peluang window dressing dinilai masih terbuka.

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji GUsta menjelaskan, meski sudah di minggu terakhir sebelum pergantian tahun. Fenomena peluang window dressing masih terbuka cukup lebar dengan beberapa syarat.

"Supaya window dressing terjadi pasar memerlukan sentimen positif, salah satunya yakni dari dalam negeri dengan kebijakan Bank Indonesia (BI) dalam menentukan suku bunga yang bernilai hawkish," jelas Nafan, Minggu (25/12/2022).

Nafan melanjutkan, dengan adanya kebijakan yang hawkish terutama yang mendukung kestabilan rupiah yang dalam beberapa waktu terakhir ini melemah. "Dapat menjadi sentimen positif yang mendukung window dressing terjadi," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Sementara, menyoal sentimen luar negeri, Nafan mengatakan, seperti halnya data makro ekonomi Amerika Serikat (AS) mengenai data consumer confidence. Hal ini, dinilai menentukan optimisme masyarakat mengenai kepastian perekonomian negara tersebut.

Nafan juga menjelaskan, yang menjadi oenahan dari adanya window dressing pada akhir tahun 2022 yakni tingginya kekhawatiran para pelaku pasar soal potensi The Perfect Storm yang diproyeksikan terjadi pada 2023 mendatang.

"Kondisi ini cenderung membuat pelaku pasar untuk wait and see," tandasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon