ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Teten: Pembiayaan Diarahkan 100 Persen untuk Koperasi

Senin, 26 Desember 2022 | 16:34 WIB
AK
FH
Penulis: Arnoldus Kristianus | Editor: FER
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki dalam acara Refleksi 2022 dan Outlook 2023, Senin 26 Desember 2022.
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki dalam acara Refleksi 2022 dan Outlook 2023, Senin 26 Desember 2022. (Beritasatu Photo/Arnoldus Kristianus)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengatakan koperasi dan UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) tidak bisa hanya berada di wilayah marginal namun harus ada upaya pengembangan lebih kuat. Pasalnya, koperasi dan UMKM dapat berperan lebih besar terhadap perekonomian domestik.

Teten menuturkan, fokus di tahun 2023 adalah memastikan seluruh regulasi dan program penciptaan ekosistem dapat dipastikan berkelanjutan.

"Kita tidak ingin koperasi dan UMKM ini ada di hanya wilayah ekonomi marginal hanya untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Kami tidak ingin koperasi dan ukm diperlakukan sebagai ekonomi subsisten tapi kita ingin menjadi bagian arus pembangunan ekonomi nasional," ucap Teten Masduki dalam acara Refleksi 2022 dan Outlook 2023, di Jakarta, Senin (26/12/2022).

Teten mengatakan, guna mengantisipasi tantangan pada perekonomian global pemerintah akan memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Dalam hal ini pemerintah akan memperkuat koperasi dan UKM yang selama ini sudah menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

ADVERTISEMENT

Koperasi dan UMKM, lanjut Teten Masduki, harus berperan tidak lagi dalam model bertahan atau survival, namun juga dengan pendekatan kewirausahaan.

"Kami melihat pada tahun 2023 bukan situasi ekonomi tidak mudah karena itu jalan utama agar ekonomi Indonesia tetap kokoh adalah dengan mengembangkan koperasi dan UKM yang lebih sistematis, terencana, terintegras, dan berkesinambungan. Kita harus keluar dari pendekatan survival ke pendekatan kewirausahaan," kata dia.

Menurut Teten, tahun depan perekonomian Indonesia masih dilanda ketidakpastian yang disebabkan oleh kelangkaan komoditas pangan, kenaikan harga energi, krisis iklim, konflik Rusia dan Ukraina yang berkepanjangan.

"Hal -hal tersebut berdampak pada disrupsi pasokan global akibat ada pembatasan ekspor dalam berbagai bentuk," tegasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pemerintah Siapkan Inpres Operasional Kopdes Merah Putih

Pemerintah Siapkan Inpres Operasional Kopdes Merah Putih

EKONOMI
Menkop Gandeng K/L Bangun Super Tim untuk Perkuat Ekonomi Kerakyatan Berbasis Koperasi

Menkop Gandeng K/L Bangun Super Tim untuk Perkuat Ekonomi Kerakyatan Berbasis Koperasi

EKONOMI
Ada 7.000 Koperasi Desa Merah Putih Siap Beroperasi

Ada 7.000 Koperasi Desa Merah Putih Siap Beroperasi

EKONOMI
Menkop: Bung Hatta Tersenyum Melihat Koperasi Indonesia

Menkop: Bung Hatta Tersenyum Melihat Koperasi Indonesia

EKONOMI
Meutya Hafid: Pesantren Jadi Penggerak Ekosistem Koperasi

Meutya Hafid: Pesantren Jadi Penggerak Ekosistem Koperasi

OTOTEKNO
Menkop: Koperasi Merah Putih Jadi Motor Ekonomi NTT

Menkop: Koperasi Merah Putih Jadi Motor Ekonomi NTT

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon