Incar Pertumbuhan Laba, AKR Corporindo Siapkan Capex Rp 250 M
Rabu, 4 Januari 2023 | 19:32 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun 2023 sebesar Rp 250 miliar.
Direktur and Corporate Secretary PT AKR Corporindo Tbk, Suresh Vembu menerangkan, perseroan optimistis pertumbuhan kinerja berlanjut pada tahun ini, didukung proyeksi kenaikan PDB Indonesia dan berlanjutnya peningkatan permintaan komoditas dari Indonesia.
Menurut Suresh, laba bersih perseroan ditargetkan tumbuh dua digit atau meningkat sebesar 15 persen pada tahun 2023. Pertumbuhan diperkirakan datang dari seluruh segmen, khususnya perdagangan dan distribusi produk minyak bumi dan bahan kimia dasar.
"Selain itu, kami juga menargetkan lebih banyak penjualan lahan Industri di JIIPE dengan diskusi yang sedang berlangsung dengan banyak pihak yang berkepentingan selama tahun 2023 sehingga optimisme perseroan untuk mencapai target pertumbuhan laba bersih sekitar 15 persen," ungkap Suresh Vembu, di Jakarta, Rabu (4/1/2022).
Suresh mengatakan, perseroan percaya Indonesia berada dalam situasi ekonomi makro yang solid meskipun situasi global sedang fluktuatif. Ekonomi domestik akan didukung permintaan domestik yang kuat, ekspor komoditas, dan dukungan pemerintah yang berkelanjutan.
Suresh menambahkan kekuatan tersebut memungkinkan Indonesia tetap kuat dibandingkan dengan negara-negara tetangga di tengah situasi geopolitik yang memengaruhi pasar global.
"Hal ini menempatkan AKR Corporindo di tanah yang subur dengan banyak peluang bisnis untuk diungkap. Dengan infrastruktur yang kuat dan pengalaman lama di seluruh Indonesia, AKRA membantu semua industri untuk mengurai gangguan logistik energi di masa pertumbuhan Indonesia," tuturnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




