ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Fed Tetap Akan Agresif Naikkan Bunga untuk Jinakkan Inflasi

Kamis, 5 Januari 2023 | 06:11 WIB
IH
WP
Penulis: Indah Handayani | Editor: WBP
Jerome Powell
Jerome Powell (AFP)

Washington, Beritasatu.com– Para pejabat Federal Reserve (The Fed) berkomitmen memerangi inflasi dan akan tetap agresif menaikan suku bunga hingga lebih banyak kemajuan. Demikian isi risalah yang dirilis Rabu (4/1/2023) dari pertemuan bulanan Desember bank sentral.

"Peserta umumnya mengamati bahwa sikap kebijakan yang membatasi perlu dipertahankan sampai data yang masuk memberikan keyakinan bahwa inflasi berada pada jalur penurunan berkelanjutan hingga 2%, kemungkinan akan memakan waktu lama," demikian isi risalah tersebut.

Peningkatan setengah poin pada pertemuan sebelumnya hingga membuat suku bunga acuan Fed menjadi 4,25%-4,5%, mengakhiri rentetan empat kenaikan suku bunga tiga perempat poin berturut-turut, level tertinggi dalam 15 tahun.

ADVERTISEMENT

Pejabat The Fed mengatakan akan fokus pada data saat menaikkan suku bunga dan melihat kebutuhan untuk mempertahankan fleksibilitas.

"Sejumlah peserta menekankan bahwa penting untuk mengomunikasikan bahwa perlambatan laju kenaikan suku bunga bukan merupakan indikasi melemahnya tekad Komite untuk mencapai sasaran stabilitas harga atau penilaian bahwa inflasi sudah berada dalam jalur ke bawah yang persisten," kata risalah itu.

Setelah pertemuan tersebut, Ketua Fed Jerome Powell mengindikasikan bahwa ada beberapa kemajuan yang dibuat dalam pertempuran melawan inflasi.

Risalah mencatat tidak ada anggota FOMC yang mengharapkan penurunan suku bunga pada tahun 2023, terlepas dari harga pasar.

Pasar saat ini menilai kemungkinan kenaikan suku bunga sebesar 0,5-0,75 poin persentase sebelum berhenti sejenak untuk mengevaluasi dampak kenaikan tersebut terhadap perekonomian. Para trader berharap bank sentral menyetujui kenaikan seperempat poin pada pertemuan berikutnya, yang berakhir 1 Februari, menurut data CME Group.

Penetapan harga saat ini juga menunjukkan kemungkinan penurunan suku bunga yang kecil pada akhir tahun, dengan suku bunga di kisaran 4,5%-4,75%.

Sementara sebagian besar ekonom memperkirakan AS akan memasuki resesi dalam beberapa bulan mendatang, akibat pengetatan Fed dan ekonomi yang menghadapi inflasi mendekati level tertinggi 40 tahun. Namun, PDB kuartal IV 2022 berada pada tingkat yang solid 3,9%.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Gubernur Fed Lisa Cook Dipecat Trump Terkait Tuduhan Penipuan

Gubernur Fed Lisa Cook Dipecat Trump Terkait Tuduhan Penipuan

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon