ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Catat 6,8%, NIM Bank Sumut di Atas Rata-rata Industri BPD

Kamis, 19 Januari 2023 | 08:26 WIB
MT
WP
Penulis: Mashud Toarik | Editor: WBP
Ilustrasi rupiah.
Ilustrasi rupiah. (B Universe Photo/Uthan A Rachim)

Medan, Beritasatu.com - PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara Tbk (Bank Sumut) berupaya menjaga profitabilitas dengan mencatat kenaikan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) menjelang penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebesar Rp 1,49 triliun. NIM Bank Sumut di atas rata-rata industri perbankan daerah.

"Margin bunga bersih Bank Sumut sebesar 6,84% pada triwulan III 2022 (per 30 September 2022), naik dari 6,73% pada periode sama tahun 2021," kata Plt Direktur Utama Bank Sumut Hadi Sucipto, Rabu (18/1/2023).

NIM atau margin bunga bersih bank dengan kode perdagangan saham BSMT ini di atas rata-rata bank daerah. Berdasarkan Laporan Profil Industri Perbankan yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK), secara industri, bank pembangunan daerah (BPD) mencatatkan NIM 5,8% per September 2022, naik dibandingkan September 2021 sebesar 5,74%. Sementara rata-rata NIM bank BUMN dan bank umum swasta nasional masing-masing sebesar 5,52% dan 4,29%.

ADVERTISEMENT

Margin bunga bersih atau NIM adalah pembagian antara pendapatan bank dari bunga dengan bunga yang diberikan kepada nasabah. NIM menjadi salah satu ukuran utama tingkat profitabilitas perbankan.

Pada saat yang sama, Bank Sumut juga terus mendorong efisiensi dalam operasional. Tingkat biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) pada triwulan III 2022 sebesar 75,19% lebih baik dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 77,23%.

OJK, dalam Statistik Perbankan Indonesia, mencatat per Agustus 2022, tingkat BOPO bank umum swasta nasional sebesar 76,69%, lebih baik dibandingkan bulan sebelumnya 77,34%. Adapun, tingkat BOPO Bank Pembangunan Daerah (BPD) konvensional tercatat sebesar 75,42% sedikit memburuk dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 75,38%.

Bank Sumut mencatatkan pendapatan bunga dan bagi hasil syariah sebesar Rp 2,39 triliun per 30 September 2022, naik Rp 6,68 miliar atau 0,28 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Sebagai informasi, pada tahun 2021, perseroan membukukan pendapatan bunga dan bagi hasil syariah total sebesar Rp 3,20 triliun.

Soal menghimpun dana masyarakat, Bank Sumut mengantongi dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 33,38 triliun hingga September 2022, naik 1,11 persen (yoy) dari sebelumnya Rp 33,01 triliun.

"Bank Sumut akan terus berekspansi untuk meningkatkan kinerjanya, salah satunya dengan IPO. Dana IPO itu nati akan digunakan untuk modal kerja, salah satunya dengan ekspansi penyaluran kredit serta meningkatkan infrastruktur teknologi kita," ujar Hadi Sucipto.

Bank Sumut telah melakukan penawaran awal (bookbuilding) sebanyak-banyaknya 2.934.798.300 saham atau 23% dari total saham Bank Sumut usai IPO. Dengan harga IPO Rp 350 hingga Rp 510 per saham, Bank SUmut berpotensi meraup dana Rp 1,02 triliun hingga Rp 1,49 triliun dari lantai bursa.

Hingga September 2022, Bank Sumut berhasil membukukan laba bersih Rp 520,57 miliar, tumbuh 17,44% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 443,29 miliar.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon