Investor Khawatir Fed Naikkan Suku Bunga meski Inflasi Melandai
Jumat, 20 Januari 2023 | 06:54 WIB
New York, Beritasatu.com - Bursa AS Wall Street jatuh pada perdagangan Kamis (19/1/2023) karena investor semakin khawatir Federal Reserve (The Fed) akan terus menaikkan suku bunga meski ada tanda-tanda perlambatan inflasi.
Dow Jones Industrial Average kehilangan 252,40 poin, atau 0,76%, menjadi 33.044,56, penurunan hari ketiga berturut-turut dan melepaskan keuntunga dari reli tahun baru. Dow Jones turun 0,31% sepanjang 2023.
Sementara S&P 500 turun 0,76% menjadi 3.898,85 dan Nasdaq Composite turun 0,96% ke 10.852,27. Kedua indeks tersebut masih positif untuk tahun ini.
Semua indeks utama mencatat hasil negatif minggu ini, atau pertama kali dari 3 minggu di awal 2023. Dow turun 3,67% pekan ini, atau catat mingguan terburuk sejak September. S&P dan Nasdaq masing-masing kehilangan lebih 2% minggu ini.
Saham turun pada Kamis meski pengajuan awal asuransi pengangguran jatuh ke level terendah sejak September. Data Departemen Tenaga Kerja ini memberi sinyal kepada investor bahwa pasar tenaga kerja masih tangguh di tengah ekonomi yang melambat.
"Terlepas dari PHK pasca-pandemi perusahaan teknologi besar, pasar pekerjaan tetap bagus," kata analis pasar data mata uang Oanda, Edward Moya.
"Pasar tenaga kerja perlu istirahat sehingga memungkinkan Fed mempertahankan suku bunga dengan nyaman."
Investor telah mengurai data ekonomi terbaru dan komentar Fed untuk menjadi petunjuk seberapa tinggi suku bunga akan naik. Namun angka terbaru menunjukkan penurunan inflasi.
CEO JPMorgan Chase Jamie Dimon berpendapat bahwa suku bunga akan mencapai 5%.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




