Bulog Dapat Tugas Salurkan Minyak Goreng, Begini Respons Buwas
Sabtu, 11 Februari 2023 | 10:00 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso memberikan tanggapan terkait rencana distribusi minyak goreng pada bulan Februari-Maret 2023.
Diketahui Badan Pangan Nasional (Bapanas) menugaskan Bulog untuk menyalurkan tujuh juta liter minyak goreng ke pasar. Tidak hanya Bulog, Holding BUMN Pangan ID Food juga mendapatkan tugas menyalurkan minyak goreng.
"Kita kan harus ngambil ya, ditunjuk dari mana distributornya, kita belum. Secara deal kita belum karena ditunjuk pabrik mana yang akan menyuplai kita itu yang belum," ujar Budi Waseso di Kantor Bulog, Jakarta Selatan, Jumat (10/2/2023) petang.
Budi Waseso atau yang akrab disapa Buwas menjelaskan, terkait dengan mekanisme distribusi pihak Bulog sudah ada. Namun, belum diketahui siapa yang akan menyuplai.
"Tapi kan sekarang kita harus lihat barangnya dulu. Bagaimana kita mendapatkan barang itu, penugasannya seperti apa, siapa yang ditunjuk untuk menyuplai," jelas Buwas.
Ketika disinggung perihal upaya untuk menghindari mafia minyak goreng, Buwas menyerahkan hal tersebut kepada pihak berwajib. Menurutnya, praktik kecurangan juga telah ditemukan.
"Minyak goreng juga ditemukan penimbunan. Nah itu kan yang menemukan juga dari Satgas Pangan. Itulah tugasnya kepolisian, jadi kita udah enggak usah ragu sama polisi, sekarang pasti beliau-beliau akan bekerja sesuai dengan tanggung jawabnya," tuturnya.
Sebagai informasi, pada tahap pertama disepakati komitmen penyaluran produsen minyak goreng ke BUMN Pangan sejumlah 29 juta liter per bulan. Kesepakatan yang dimulai dari Februari-Maret ini terdiri atas 12 juta liter minyak goreng kemasan dan 18 juta liter minyak goreng curah.
Pihak Bapanas sendiri sudah mendapatkan komitmen dari tujuh produsen minyak goreng. Ketujuh produsen itu terdiri dari PT Bina Karya Prima sebanyak 33.000 liter, KPN Group 600.000 liter, Apical Group 8 juta liter, PT SMART 11 juta liter, PT LDC Indonesia 3 juta liter, PT Mahesi Agri Karya 666.000 liter, dan PT Permata Hijau Group 6 juta liter.
Sementara, terkait dengan jumlah penyaluran dari PT Salim Ivomas dan PT Tanjung Sarana Lestari akan disampaikan kemudian.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




