ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pangkas Emisi 30 Persen pada 2030, Ini Strategi Freeport

Selasa, 14 Februari 2023 | 18:45 WIB
RP
FH
Penulis: Rangga Prakoso | Editor: FER
CEO B Universe Rio Abdurachman (kiri), Wakil Direktur Utama/Direktur Pemberitaan B Universe Apreyvita D Wulansari (kanan), serta para pembicara (ki-ka): EVP Aneka Energi Baru Terbarukan (EVP MEB) PT PLN (Persero) Citra Dewi, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas, SVP Strategy & Investment PT Pertamina (Persero) Daniel S Purba dan Direktur Operasi dan Portfolio MIND ID Danny Praditya, saat acara B Universe Economic Outlook 2023, Jakarta, Selasa (14/2/2023).
CEO B Universe Rio Abdurachman (kiri), Wakil Direktur Utama/Direktur Pemberitaan B Universe Apreyvita D Wulansari (kanan), serta para pembicara (ki-ka): EVP Aneka Energi Baru Terbarukan (EVP MEB) PT PLN (Persero) Citra Dewi, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas, SVP Strategy & Investment PT Pertamina (Persero) Daniel S Purba dan Direktur Operasi dan Portfolio MIND ID Danny Praditya, saat acara B Universe Economic Outlook 2023, Jakarta, Selasa (14/2/2023). (B Universe Photo/David Gita Roza)

Jakarta, Beritasatu.com - PT Freeport Indonesia (PTFI) memasang target penurunan emisi karbon atau emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 30 persen pada 2030.

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas mengungkapkan, sejumlah upaya dilakukan perseroan dalam menekan emisi pada area pertambangan Grasberg di Mimika, Papua.

"Komitmen kami mengurangi emisi karbon 30 persen di 2030. Mungkin saja lebih. Kami tidak targetkan sampai 2060 karena kami izinnya berakhir 2041," kata Tony Wenas dalam acara B Universe Economic Outlook 2023, di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Selasa (14/2/2023).

ADVERTISEMENT

Tony menuturkan, salah satu langkah yang dilakukan Freeport dalam menekan emisi adalah dengan mengganti kendaraan tambang. Freeport tak lagi menggunakan truk 'raksasa' dengan diameter ban mencapai 4 meter. Truk tersebut memiliki kapasitas 300 ton.

Tercatat sebanyak 75 truk per hari yang beroperasi mengangkut bijih tembaga. PTFI mengganti kendaraan operasional tersebut dengan kereta listrik yang memiliki 10 gerbong dengan kapasitas 110.000 ton. "Emisinya berkurang 80.000 ton CO2," tuturnya.

Upaya berikutnya, lanjut Tony, dengan menyiapkan pengganti atau substitusi pembangkit listrik fosil. Tercatat PTFI memiliki dua jenis pembangkit yakni pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) dengan kapasitas 350 megawatt (MW) dan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Untuk PLTD akan menggunakan bahan bakar nabati (biofuel). Sedangkan PLTU akan diganti dengan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG). Nantinya PLTG menggunakan liquified natural gas (LNG) sebagai bahan bakar yang memiliki emisi karbon 40 persen lebih sedikit daripada batu bara.

"Sebanyak 23 persen hari ini kita sudah achieve, dari komitmen 30 persen di 2030," ujarnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ratusan Anak-anak Antusias Ikuti Freeport Grassroots Tournament 2026 di Gresik

Ratusan Anak-anak Antusias Ikuti Freeport Grassroots Tournament 2026 di Gresik

SPORT
Freeport Sebut Produksi Aman di Tengah Gejolak Harga Energi

Freeport Sebut Produksi Aman di Tengah Gejolak Harga Energi

EKONOMI
Karyawan Freeport Tewas Ditembak OTK di Area Tambang Grasberg

Karyawan Freeport Tewas Ditembak OTK di Area Tambang Grasberg

NUSANTARA
Tak Hanya Perpanjang IUPK, Freeport Investasi Rp 337 T hingga 20 Tahun

Tak Hanya Perpanjang IUPK, Freeport Investasi Rp 337 T hingga 20 Tahun

EKONOMI
Freeport Indonesia Akan Ajukan Perpanjangan Izin Usaha Tahun Ini

Freeport Indonesia Akan Ajukan Perpanjangan Izin Usaha Tahun Ini

EKONOMI
Temui Gubernur Papua, Bahlil Bahas Saham Freeport

Temui Gubernur Papua, Bahlil Bahas Saham Freeport

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon