Update Kebakaran Pertamina Plumpang: Peringatan JK hingga Jumlah Korban
Sabtu, 4 Maret 2023 | 10:13 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Terminal BBM (TBBM) Pertamina di Plumpang, Jakarta Utara mengalami kebakaran pada Jumat (3/3/2023). Sedikitnya 17 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya terluka, mayoritas warga yang tinggal di buffer zone TBBM Plumpang.
Berikut adalah fakta dan update terkini terkait kebakaran depo Pertamina Plumpang:
1. Awal Mula Kebakaran
Kebakaran terjadi pukul 20.11 WIB dan petugas pemadam kebakaran sudah tiba di lokasi pukul 20.22 WIB untuk langsung melakukan pemadaman. Pukul 22.45 WIB, api berhasil dipadamkan dan pada 03.30 WIB, para petugas pemadam kebakaran meninggalkan lokasi yang menandakan upaya pemadaman api telah selesai. Petugas Dinas Gulkarmat mengerahkan tak kurang 52 unit mobil pemadam kebakaran dengan 260 personel.
2. Penyebab Kebakaran
Diduga kebakaran TBBM Plumpang terjadi karena adanya kebocoran pipa. Dari data kejadian kebakaran Jakarta Utara disebutkan objek yang terbakar adalah pipa bensin Pertamina. Namun, penyebab pastinya masih menunggu investigasi Pertamina dan kepolisian
3. Korban jiwa dan pengungsi
Korban meninggal akibat kebakaran di Depo Pertamina Plumpang hingga pagi ini, Sabtu (3/3/2023) sebanyak 17 orang, dua di antaranya adalah anak-anak. Sedangkan, jumlah korban luka bakar yang telah dievakuasi ada sebanyak 49 orang yang terdiri dari tiga anak dan 46 dewasa.
Berdasarkan data Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Utara, terdapat delapan orang yang dinyatakan masih hilang setelah peristiwa kebakaran di Plumpang, Koja, Jakarta Utara.
Data hingga pukul 4.17 WIB, jumlah pengungsi yang ada di area Markas PMI Jakarta Utara sebanyak 87 Kepala Keluarga atau 332 jiwa terdiri dari dewasa 163 jiwa, anak-anak 108 jiwa, lansia 23 jiwa dan balita 38 jiwa.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




