TBS Energi Utama Tuntaskan Penerbitan Obligasi Rp 500 Miliar
Selasa, 7 Maret 2023 | 16:24 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) telah mencatatkan obligasi I TBS Energi Utama Tahun 2023 senilai Rp 500 miliar di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (6/3/2023).
Obligasi tersebut, terdiri dari dua seri yaitu obligasi Seri A dengan senilai Rp 425 miliar dan tingkat bunga 8,8% untuk jangka tiga tahun sejak tanggal emisi. Sedangkan obligasi Seri B bernilai Rp 75 miliar dengan tingkat bunga 10% dana jangka waktu lima tahun sejak tanggal emisi.
Direktur TBS Energi Utama Juli Oktarina mengatakan, transaksi penerbitan obligasi perseroan menarik minat besar dari investor. Penerbitan obligasi ini jadi salah satu opsi pembiayaan perseroan untuk memantapkan posisi keuangan ke depan. Terlebih, dengan kinerja keuangan TOBA yang positif sepanjang 2022.
"Kinerja keuangan positif TBS Energi Utama sepanjang 2022, disebabkan pelaksanaan proyek yang sukses. Ini menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membiayai proyek masa depan," jelas Juli dalam keterbukaan informasi, Selasa (7/3/2023).
Juli menambahkan, penerbitan obligasi merupakan langkah awal dalam mengakses pembiayaan melalui instrumen pasar modal. Dalam 3-5 tahun mendatang, diharapkan hal ini akan memberikan lebih banyak fleksibilitas arus kas dan mendukung transformasi TBS Energi Utama menjadi bisnis yang berkelanjutan.
"Penerbitan obligasi kami merupakan corporate action pertama setelah IPO, dan mendapatkan tanggapan yang sangat baik dari investor institusi maupun perorangan," tuturnya.
Sekitar hampir 2% obligasi dibeli oleh investor individu. Sehingga hal ini dianggap positif karena berinvestasi di obligasi korporasi dilakukan dengan visi investasi jangka panjang.
Obligasi tersebut telah mendapat peringkat idA/Stable (Single A) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Dengan PT Bank Mega Tbk bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini dan PT Mandiri Sekuritas serta PT Sucor Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi.
Adapun bunga obligasi TOBA akan dibayarkan setiap tiga bulan sekali, terhitung sejak tanggal emisi, sesuai tanggal pembayaran bunga obligasi. Pembayaran bunga pertama akan dilakukan pada 3 Juni 2023, sedangkan pembayaran bunga terakhir sekaligus jatuh tempo adalah 3 Maret 2026 untuk obligasi Seri A dan 3 Maret 2028 untuk obligasi Seri B.
SVP of Corporate Strategy and Investor Relations TBS Nafi Achmad Sentausa menilai, pembiayaan melalui pasar modal yaitu obligasi dapat membantu perusahaan mendanai proyek-proyek ke depan. Terutama yang berkaitan transformasi menuju bisnis hijau. Pasalnya, emiten yang mengeklaim dirinya sebagai perusahaan energi berkelanjutan ini, punya komitmen mencapai netralitas karbon pada 2030.
Dengan rekam jejak pertumbuhan dan eksekusi proyek selama ini, ditopang tim yang kuat dan berpengalaman, Nafi optimistis perseroan akan terus bertumbuh. Sekaligus mencapai targetnya menjadi perusahaan energi terintegrasi yang berfokus pada keberlanjutan.
"Pendapatan dan arus kas yang kami peroleh akan digunakan untuk pengembangan bisnis hijau di Indonesia, meliputi transformasi pasar kendaraan roda dua dengan nilai pasar hingga US$ 9 miliar," ujar dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




