ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Indikator Menyala, Lion Air Rute Bali-Solo Mendarat di Yogyakarta

Rabu, 22 Maret 2023 | 06:26 WIB
TD
WP
Penulis: Thresa Sandra Desfika | Editor: WBP
Ilustrasi pesawat Lion Air.
Ilustrasi pesawat Lion Air. (Lion Air)

Yogyakarta, Beritasatu.comLion Air dengan nomor penerbangan JT-927 rute Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali tujuan Bandar Udara Adi Soemarmo Solo Selasa (21/3/2023) terpaksa mengalihkan pendaratan di Bandar Udara Internasional Yogyakarta Kulonprogo (YIA) karena salah satu indikator menyala.

"Pesawat yang sedang dalam perjalanan dari Bali menuju Solo, pilot melakukan pengalihan pendaratan alternatif (divert) setelah mendeteksi salah satu indikator menunjukkan potensi (kemungkinan) di salah satu sistem pesawat yang harus dilakukan pengecekan dengan segera," kata Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro dikutip Investor Daily Selasa (22/3/2023).

Dia mengatakan pesawat berhasil mendarat dengan aman dan normal (tidak mendarat darurat) di Bandar Udara Internasional Yogyakarta Kulonprogo (YIA). Setelah pesawat berada pada area parkir, seluruh penumpang diarahkan menuju terminal bandar udara. "Lion Air mempersiapkan pilihan transportasi darat untuk kemudahan bagi penumpang melanjutkan perjalanan menuju Solo," kaat Danang.

ADVERTISEMENT

Danang mengatakan pertimbangan pengalihan pendaratan ke Bandar Udara Internasional Yogyakarta Kulonprogo (YIA) karena pekerjaan teknis serta keamanan pesawat dapat ditangani secara cepat dan mudah. "Untuk mengutamakan keselamatan penumpang serta kru, keputusan pengalihan pendaratan sangat tepat," kata Danang.

Selanjutnya Lion Air berkoordinasi dengan pihak otoritas penerbangan untuk mengecek lebih lanjut indikator yang terdeteksi di pesawat tersebut. "Lion Air tidak ingin berspekulasi mengenai penyebab salah satu indikator menyala karena memerlukan pemeriksaan lebih mendalam oleh teknisi atau mekanik pesawat," kata dia.

Penerbangan JT-927 Selasa (21/3/2023) mengudara pukul 11.29 Waktu Indonesia Tengah (Wita) membawa tujuh kru pesawat dan 218 penumpang dengan pesawat Boeing 737-900ER registrasi PK-LHP.

Sebelum keberangkatan, pesawat dilakukan pengecekan menyeluruh (pre-flight check) guna memastikan seluruh sistem dan komponen pesawat berfungsi baik dan aman. Dalam industri penerbangan, pengecekan sebelum keberangkatan diwajibkan oleh regulasi dan standar keamanan ketat.

Lion Air mengucapkan permintaan maaf kepada seluruh penumpang atas ketidaknyamanan pengalihan pendaratan. "Keselamatan dan keamanan penumpang dan kru merupakan prioritas utama Lion Air," kata dia.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kasus Pesawat Tabrak Burung Meningkat, Maskapai Desak Mitigasi Bersama

Kasus Pesawat Tabrak Burung Meningkat, Maskapai Desak Mitigasi Bersama

BANTEN
Cuaca Buruk di Soetta, 20 Penerbangan Pesawat Lion Group Dialihkan

Cuaca Buruk di Soetta, 20 Penerbangan Pesawat Lion Group Dialihkan

BANTEN
Buat Jemaah Umrah Telantar 2 Hari, Begini Penjelasan Lion Air

Buat Jemaah Umrah Telantar 2 Hari, Begini Penjelasan Lion Air

NASIONAL
Lion Air Minta Maaf Jemaah Umrah Telantar di Jeddah Efek Pesawat Delay

Lion Air Minta Maaf Jemaah Umrah Telantar di Jeddah Efek Pesawat Delay

NASIONAL
Foto-foto Jemaah Umrah RI Telantar di Jeddah Efek Delay Horor Lion Air

Foto-foto Jemaah Umrah RI Telantar di Jeddah Efek Delay Horor Lion Air

NASIONAL
Video Baut Kendur di Pesawat Lion Air Viral, Ini Respons Maskapai

Video Baut Kendur di Pesawat Lion Air Viral, Ini Respons Maskapai

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon