Laba Bersih Produsen Nikel PAM Mineral Terbang 230%
Selasa, 4 April 2023 | 13:59 WIB
Jakarta, Beritasatu.com- PT PAM Mineral Tbk (NICL), emiten produsen nikel, sepanjang 2022 mencatatkan laba bersih menjadi Rp 150 miliar atau naik 230% dari 2021 sebesar Rp 45,5 miliar. Melonjaknya pendapatan menjadi pemicu kenaikan laba perusahaan.
"Penjualan pada akhir tahun 2022 sebesar Rp 1,13 triliun, meningkat tajam 170% dari tahun 2021 sebesar Rp 419 miliar," kata Direktur Utama PT PAM Mineral Tbk (NICL) Ruddy Tjanaka dikutip Investor Daily, Selasa (4/4/2023).
Sementara sisi laba usaha, PT PAM Mineral Tbk mencatatkan peningkatan signifikan 208% menjadi Rp 183 miliar dari sebesar Rp 59,4 miliar.
Dari sisi neraca, total aset PT PAM Mineral Tbk mencatatkan pertumbuhan 44% menjadi Rp 600 miliar dari Rp 417 miliar. Pertumbuhan tersebut ditopang peningkatan ekuitas 43% dari Rp 347 miliar menjadi Rp 497 miliar. "Sedangkan dari sisi utang, perusahaan tidak membukukan peningkatan kepada pihak ketiga yang signifikan. Perseroan pun tidak memiliki utang bank," kata dia.
Dia mengatakan peningkatan kinerja PAM Mineral ditopang kenaikan volume penjualan dan harga nikel dunia. Walaupun tahun 2022 masih terjadi pasca-pandemi Covid-19 serta perekonomian dunia yang penuh tantangan, perseroan tetap menjalankan kegiatan operasinya dengan cukup baik," kata dia.
Ruddy Tjanaka mengatakan pada 2023, PAM Mineral fokus meningkatkan produksi nikel dari sebelumnya 2,1 juta ton menjadi sebesar 2,6 juta ton. Perseroan sudah memperoleh persetujuan rencana kerja anggaran dan biaya (RKAB) dari Kementerian ESDM untuk rencana peningkatan produksi. Fokus perusahan ke depannya akan menambah cadangan nikel baik melalui optimalisasikan dari di wilayah izin usaha pertambangan (IUP) PT PAM Mineral Tbk di Morowali maupun wilayah IUP anak perusahaan di Konawe. "Selain itu, kami juga akan mencari peluang IUP baru baik secara organik maupun anorganik," kata dia.
Perseroan berkomitmen melakukan ekplorasi berkelanjutan serta menjaga prinsip konservasi mineral melalui optimasi pemanfaatan bijih nikel yaitu memanfaatkan sumber daya mineral dan melakukan diversifikasi produk. Diversifikasi produk dilakukan dengan pembagian berdasarkan persentasi kadar nikel yang terkandung dalam bijih menjadi bijih kadar rendah, bijih kadar menengah dan bijih kadar tinggi (low grade, middle grade, dan high grade).
"Perseroan melakukan pemanfaatan bijih kadar rendah (low grade) dengan melakukan optimalisasi cut off grade sehingga bijih kadar rendah yang sebelumnya dianggap waste dapat diolah dan dipasarkan," kata dia.
Berita ini juga sudah tayang di Investor.id dengan judul: Melesat 230%, PAM Mineral (NICL) Cetak Laba Bersih Rp 150 Miliar
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




