ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

SMGR Berhasil Bukukan Pendapatan Kuartal I Senilai Rp 2,9 Triliun

Senin, 1 Mei 2023 | 12:08 WIB
M
WP
Penulis: Muawwan | Editor: WDP
Ilustrasi PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) atau SIG. 
Ilustrasi PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) atau SIG.  (Dok)

Jakarta, Beritasatu.com - PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) atau SBI telah mengumumkan kinerja keuangan mereka di kuartal I-2023. Tercatat, laba bersih anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) itu menyusut 16% dibanding laba bersih periode sama tahun lalu.

Merujuk laporan keuangan unaudited per 31 Maret 2023, SMCB membukukan laba bersih sebesar Rp 149 miliar, atau lebih rendah daripada perolehan laba bersih tahun lalu Rp 178 miliar.

Padahal, pendapatan perseroan pada tiga bulan pertama tahun ini terbilang baik dengan mencetak kenaikan tipis dari semula Rp 2,90 triliun, menjadi Rp 2,92 triliun. Ditambah laba kotor juga meningkat dari Rp 614 miliar menjadi Rp 617 miliar.

ADVERTISEMENT

Namun sayang, dari sisi volume penjualan semen dan terak mengalami penurunan dari 3,3 juta ton menjadi 3,11 juta ton. Demikian pula, dengan Ebitda dari Rp 530 miliar, susut menjadi Rp 461 miliar. Termasuk, laba sebelum bunga dan pajak penghasilan dari Rp 316 miliar menjadi Rp 268 miliar pada kuartal I-2023.

Direktur Utama SMCB, Lilik Unggul Raharjo menyebut tingginya inflasi akibat resesi global telah menyebabkan harga komoditas merangkak naik, sehingga berpengaruh pada penurunan permintaan pasar semen domestik sebesar -6,5% jika dibandingkan kuartal I-2022.

Buntutnya, volume penjualan semen dan terak melorot 8%. Sementara volume penjualan lini bisnis beton jadi (ready-mixed concrete) melonjak sebesar 92% menjadi 542 ribu m3, dan agregat tumbuh sebesar 32% menjadi 203 ribu ton berkat pembangunan strategis pemerintah di awal tahun 2023 ini.

Lilik menambahkan, meskipun perseroan beroperasi di tengah situasi market yang overcapacity dan besarnya biaya energi dan distribusi, SMCB berpeluang mencetak profitabilitas melalui operasional yang efisien.

Bukan hanya itu, potensi profitabilitas juga akan SMCB kejar dengan bunga yang lebih rendah dari konversi utang konvensional ke sustainability linked loan, dan inovasi untuk berbagai kebutuhan pembangunan pelanggan.

"Tingginya biaya energi dan tantangan penurunan emisi karbon, dapat menjadi peluang industri semen untuk mengarahkan pembangunan lebih berkelanjutan. Dukungan pemerintah untuk optimalisasi penggunaan bahan bangunan ramah lingkungan, akan membantu terjadinya perubahan cara kita membangun," jelas Luluk dalam keterangan resmi, Senin (1/5).

Perseroan juga, tutur Luluk, akan meningkatkan pemanfaatan bahan baku dan bahan bakar alternatif dan menggenjot serapan tingkat komponen lokal pada proses produksi bahan bangunan, sampai inovasi produk akhir dan layanan yang berorientasi pada konstruksi berkelanjutan agar lebih ramah lingkungan dan efisien.

Lebih lanjut, SMCB juga memanfaatkan bahan bakar alternatif termasuk refuse-derived fuel (RDF) untuk menekan bahan bakar fosil dan emisi karbon dalam proses produksi. Kemudian, mengembangkan fasilitas energi tenaga surya hingga 7Mwh melalui sistem on grid untuk operasional pabrik, kantor, dan fasilitas pendukung di Pabrik Tuban, Jawa Timur.

Di samping solusi-solusi berkelanjutan, SBI juga menciptakan peluang melalui proyek pengembangan dermaga dan sarana produksi semen di Tuban sebagai salah satu realisasi kerja sama strategis antara SBI dan Taiheiyo Cement Corporation (TCC).

"Proyek pengembangan dermaga yang ditargetkan mampu memenuhi permintaan pasar ekspor semen tipe khusus sekitar 500 ribu ton semen per tahun ini akan melengkapi kemampuan SMCB memperluas pasar ekspor dalam sinergi bersama SIG dan TCC," tandas Luluk.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon