ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kuartal I 2023, BPS Catat Industri Pengolahan Tumbuh 4,43%

Jumat, 5 Mei 2023 | 11:09 WIB
AK
FH
Penulis: Arnoldus Kristianus | Editor: FER
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh Edy Mahmud dalam konferensi pers secara hibrida di Kantor BPS, Jakarta, Jumat, 5 Mei 2023.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh Edy Mahmud dalam konferensi pers secara hibrida di Kantor BPS, Jakarta, Jumat, 5 Mei 2023. (Dok. BPS)

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, industri pengolahan menjadi penopang terbesar dari sisi lapangan usaha terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal I 2023.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh Edy Mahmud mengatakan, komponen Industri pengolahan tercatat tumbuh 4,43% secara year on year dan memberikan andil 18,57% ke pertumbuhan ekonomi kuartal I 2023.

"Pertumbuhan industri pengolahan ditopang oleh masih kuatnya permintaan domestik dan global," ucap Edy dalam konferensi pers secara hibrida di Kantor BPS, Jakarta, Jumat (5/5/2023).

ADVERTISEMENT

Edy menjelaskan, bila dilihat lebih dalam pertumbuhan industri pengolahan didorong oleh industri makanan dan minuman tumbuh sebesar 5,33%, yang didorong oleh peningkatan produksi crude palm oil (CPO) dan crude palm kernel oil (CPKO) karena permintaan global serta peningkatan permintaan domestik menjelang Ramadan dan lebaran.

Sementara, industri alat angkutan tumbuh sebesar 17,27% didorong oleh peningkatan produksi kendaraan untuk memenuhi permintaan kendaraan baru menjelang Lebaran serta peningkatan produksi kendaraan listrik.

Industri logam dasar tumbuh sebesar 15,51% didorong oleh lonjakan permintaan luar negeri, terutama produk olahan bijih nikel, seperti feronikel, nikel matte, dan nikel pig iron.

"Jadi ini cukup besar pengaruhnya terhadap growth dari sektor manufaktur," kata Edy.

Berikutnya, kata Edy, komponen perdagangan tumbuh 4,89% secara year on year dan memberikan andil 12,95% ke pertumbuhan ekonomi kuartal I 2023.

Dia menuturkan pertumbuhan komponen perdagangan ditopang oleh peningkatan penjualan kendaraan bermotor. Perdagangan besar dan eceran, bukan mobil dan sepeda motor tumbuh 4,43%.

Kondisi tersebut, sejalan dengan peningkatan kunjungan ke pusat perbelanjaan untuk memenuhi konsumsi rumah tangga seiring dengan penghapusan PPKM ke peningkatan produksi barang.

"Dari sisi perdagangan mobil, sepeda motor, dan reparasinya tumbuh sebesar 6,88% didorong oleh peningkatan penjualan mobil dan sepeda motor," tutur Edy.

Sedangkan komponen transportasi dan pergudangan tumbuh 15,93% secara year on year dan memberikan andil 5,56% ke pertumbuhan ekonomi kuartal I 2023.

Transportasi dan pergudangan tumbuh solid seiring peningkatan mobilitas masyarakat. Dimana angkutan rel tumbuh 51,09% didorong oleh peningkatan jumlah penumpang dan barang yang diangkut sejalan dengan adanya penghapusan PPKM.

"Dari sisi angkutan udara tumbuh 41,10% didorong oleh peningkatan jumlah penumpang angkutan udara," pungkas Edy.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Hilirisasi Jadi Kunci Perkuat Daya Saing Industri Nasional

Hilirisasi Jadi Kunci Perkuat Daya Saing Industri Nasional

EKONOMI
Insentif Padat Karya Harus Dorong Produktivitas dan Nilai

Insentif Padat Karya Harus Dorong Produktivitas dan Nilai

EKONOMI
Kading Ungkap Industri yang Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi 2025

Kading Ungkap Industri yang Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi 2025

EKONOMI
Kadin: Industri Pengolahan Jadi Penopang Utama Ekonomi 2025

Kadin: Industri Pengolahan Jadi Penopang Utama Ekonomi 2025

EKONOMI
Industri Pengolahan Jadi Motor Penggerak Ekonomi 2025 dan Cetak Rekor

Industri Pengolahan Jadi Motor Penggerak Ekonomi 2025 dan Cetak Rekor

EKONOMI
Industri Pengolahan Dorong Ekspor April 2025 RI Tumbuh 5,76 Persen

Industri Pengolahan Dorong Ekspor April 2025 RI Tumbuh 5,76 Persen

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon