Ekonomi Aceh Lumpuh, Direksi BSI Diminta Transparan dan Tanggung Jawab
Selasa, 9 Mei 2023 | 14:07 WIB
Meulaboh, Beritasatu.com - Gangguan layanan perbankan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) di Provinsi Aceh dalam dua hari terakhir sangat merugikan masyarakat Aceh karena banyak yang menjadi nasabah BSI. Direksi BSI diminta transparan dan bertanggung jawab atas lumpuhnya perekonomian Aceh.
"Gangguan layanan Bank BSI di Aceh merupakan sejarah terburuk dalam pelayanan perbankan di Aceh, ini sangat kita sesali," kata Ketua Umum Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Provinsi Aceh, Nurchalis yang menghubungi ANTARA, Selasa (9/5/2023).
Menurut dia, gangguan layanan perbankan telah menyebabkan ratusan ribu masyarakat di Aceh tidak bisa melakukan transaksi perbankan. Akibatnya, banyak pengusaha di Aceh yang mengalami kerugian besar karena tidak bisa melakukan transaksi keuangan. Bukan hanya pengusaha, kalangan mahasiswa dan orangtua di Aceh juga dirugikan karena tidak bisa mentransfer uang melalui rekening BSI karena layanan tersebut lumpuh total.
"Harusnya, jauh-jauh hari sebelumnya manajemen dan Direksi PT BSI harus mempertimbangkan secara matang terhadap dampak yang akan terjadi, apabila dilakukan layanan pemeliharaan jaringan (maintenance) perbankan," kata Nurchalis.
Hingga Selasa siang, akses layanan perbankan di BSI belum bisa sepenuhnya diakses oleh nasabah. BSI mengatakan saat ini sekitar 1.200 unit ATM BSI sudah pulih dan secara bertahap kantor-kantor BSI telah kembali beroperasi.
"Perbankan merupakan faktor utama dalam menggenjot ekonomi, namun di Aceh malah menyebabkan kerugian di masyarakat, karena akses perbankannya tidak bisa diakses publik," kata Nurchalis.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




