BSI Mobile Akan Dikembangkan Setara Livin by Mandiri
Senin, 5 Juni 2023 | 20:46 WIB
Jakarta, Beritastu.com - Dampak serangan siber yang melanda PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI belum lama ini, tidak main-main. Kementerian BUMN telah memerintahkan perseroan membuat mobile banking BSI versi terbaru, dengan kapabilitas setara Livin' by Mandiri.
Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, BSI telah melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), pada Senin, 22 Mei 2023 lalu. Keputusan signifikan yakni mengganti pos direktur perseroan.
RUPST memberhentikan dengan hormat Achmad Syafii dan mengangkat Saladin D Effendi sebagai Direktur Information Technology (IT). Rapat itu memutuskan untuk memberhentikan dengan hormat Tiwul Widyastuti, yang kemudian digantikan oleh Grandhis Helmi Harumansyah di pos Direktur Risk Management.
Menurut Tiko, sapaan akrab Kartika, Saladin D Effendi merupakan talenta dari Bank Mandiri yang sebelumnya menjabat sebagai Chief Information Security. Dipindahkannya Saladin utamanya guna memastikan peningkatan aspek keamanan di BSI agar setara dengan Bank Mandiri.
"Harapannya dalam setahun ke depan terjadi improvement di seluruh perimeter security di BSI. Kita ingin yakinkan tidak ada lagi interupsi ke depan," ungkap Tiko dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisis VI DPR, Senin (5/6/2023).
Ke depan, belanja modal atau capital expenditure (capex) BSI terkait teknologi informasi (TI) juga akan ditingkatkan. Hal ini menjadi bagian dari upaya mendukung peningkatan kualitas server BSI, yang lagi-lagi agar setara kualitas server Bank Mandiri.
Tidak sampai disana, rentetan penguatan aspek digital dan IT BSI juga mencakup perombakan dalam aspek layanan. Tiko bilang, layanan yang dimaksud terkait dengan mobile banking BSI atau yang dikenal dengan BSI Mobile.
"Mobile banking akan kita bongkar, akan ada mobile banking baru dari BSI yang kita harapkan kualitasnya setara dengan Livin'. Jadi ini akan lengkap dan komprehensif, termasuk investigasi dari insiden yang kemarin," beber Tiko.
Dia menerangkan, BSI baru melakukan penggabungan usaha (merger) atas tiga entitas yakni Mandiri Syariah, BNI Syariah, dan BRI Syariah sekitar dua tahun. Dalam kurun waktu tersebut, perusahaan sedang melakukan konsolidasi TI, mulai dari back office, server farm, hingga terkait personal computer (PC).
"Mereka kemarin kecolongan karena security perimeter-nya belum selevel security perimeter Mandiri dan BRI. Nah masuk retrogen dalam bentuk ransomware," terang Tiko.
Namun demikian, pihaknya memastikan bahwa peretasan data yang terjadi itu bukan dari core banking, melainkan dari suatu PC. "Makanya kita tidak terlalu responsif pada demand-nya (peretas), cuma kita tetap perhatikan terus, apa ada data lanjutan yang dikeluarkan," tandas Tiko
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




