Jaga Arus Kas, VKTR Optimalkan Peran Bakrie Autoparts
Senin, 19 Juni 2023 | 14:39 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Emiten kendaraan listrik Grup Bakrie, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) atau Vektor bakal mengoptimalkan peran entitas usaha, PT Bakrie Autoparts, untuk mendukung arus kas atau cashflow perseroan.
PT Bakrie Autoparts merupakan anak perusahaan PT Bakrie & Brother Tbk (BNBR) atau Grup Bakrie yang fokus bergerak di bidang komponen otomotif dan general casting.
Direktur Utama Vektor Gilarsi W. Setijono menjelaskan, Vektor merupakan salah satu perusahaan rintisan atau startup di industri heavy commercial mobility yang berhasil mencetak keuntungan di tengah sulitnya pemain lain untuk bisa berjualan.
"Jadi, posisi kita relatif miracle dan satu hal yang patut kita syukuri adalah kita punya Bakrie Autoparts yang bisa support cashflow kepada kita," ucap Gilarsi di main hall BEI, Jakarta, Senin (19/6/2023).
Terlebih, ungkap Gilarsi, Bakrie Autoparts sudah memiliki kemampuan untuk menghasilkan pendapatan paling tidak sebesar Rp 1 triliun. Bukan hanya itu, Bakrie Autoparts juga sudah mampu membukukan profitabilitas sehingga bisa menjadi bantalan (cushion) bagi Vektor. Dengan begitu, Bakrie Autoparts bakal berperan mendukung Vektor dalam melakukan banyak hal yang tentunya juga memerlukan banyak biaya yang terkadang nilainya jauh lebih besar dari pendapatan dan capital expenditure (Capex).
"Tapi, Vektor di luar konsolidasi, saat ini kita sudah profit. Jadi, harusnya soal liabilitas perseroan itu sifatnya current. Sehingga partly untuk melunasi liabilitas akan didukung Bakrie Autoparts karena liabilitasnya masuk konsolidasi," tutur Gilarsi.
Sehabis IPO, lanjut Gilarsi, ke depan perseroan tidak menutup diri untuk kembali menggalang pendanaan dari publik dalam rangka mencukupi kebutuhan ekspansi pasar di Indonesia yang sangat luas. Sebab jika Vektor hanya mengandalkan pendapatan dari sisi penjualan bus yang jumlahnya baru menembus ratusan, tidak akan cukup untuk memenuhi permintaan di pasar domestik.
"Indonesia itu jumlah populasi truknya tidak kurang dari 5 juta. Kalau tahun 2040 itu 90% dari 5 juta sudah harus electric, berarti 4,5 juta harus konversi dari sekarang ini sampai 2040 mendatang," ujarnya.
Artinya, mustahil Vektor sanggup mengejar semua kebutuhan tersebut bila hanya menggunakan dana yang diperoleh dari IPO. "Apalagi, kita sebagai perusahaan piloting di industri kendaraan listrik, enggak mungkin kalau dana IPO itu cukup. Pasti kita akan butuh modal tambahan," tutup Gilarsi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




