Kadin: Ganggu Perencanaan, Cuti Bersama Jangan Mendadak
Selasa, 27 Juni 2023 | 13:54 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Penambahan cuti bersama Iduladha menuai kekhawatiran dari kalangan pengusaha karena mengganggu perencanaan bisnis. Pemerintah telah memperpanjang selama tiga hari, yaitu pada tanggal 28 hingga 30 Juni 2023, melalui cuti bersama yang bersifat opsional.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perindustrian, Bobby Ghafur Umar, mengungkapkan bahwa keputusan tersebut dapat mengganggu aktivitas manufaktur, terutama dalam memenuhi komitmen pesanan yang harus dikirimkan kepada para pembeli. Oleh karena itu, ia mendorong agar pengumuman cuti bersama dilakukan jauh-jauh hari.
"Di manufaktur itu kan perencanaan tidak bisa diubah mendadak. Jadi, kalau bisa, diumumkan minimal sebulan sebelumnya," ujar Bobby kepada Investor Daily, Senin (26/6/2023).
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Kamdani, mengajak para pengusaha untuk menghormati keputusan pemerintah mengenai penambahan cuti bersama. Namun, ia juga menyadari bahwa libur yang panjang dapat mengganggu aktivitas usaha dan produktivitas. Untuk itu, Apindo mengusulkan adanya tambahan hari libur selain cuti bersama yang telah ditetapkan sebelumnya, agar produktivitas dan pengaturan jam kerja dapat disesuaikan oleh masing-masing industri dan perusahaan.
Sementara itu, Menaker Ida Fauziah mengingatkan bahwa cuti bersama Iduladha bersifat opsional bagi pekerja swasta. Pelaksanaan cuti bersama tersebut disesuaikan dengan kesepakatan antara pengusaha dan pekerja, dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan operasional perusahaan. Bagi pekerja yang memilih cuti pada hari cuti bersama, hak cuti tahunannya akan berkurang, sedangkan bagi yang tetap bekerja, hak cuti tahunannya tidak berkurang dan upah akan dibayarkan seperti hari kerja biasa.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB





