Masuk Tahun Politik, OJK Pede Dana Asing Tetap Mengalir ke Pasar Modal
Selasa, 4 Juli 2023 | 19:15 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) percaya diri pada 2023 hingga 2024, pasar modal Indonesia tak akan kehabisan investor asing. Pasalnya, tahun depan mulai memasuki tahun politik, sehingga dana asing secara konstan mengalir deras ke pasar modal.
"Menjelang hajatan pemilu, pasar modal Indonesia tak akan kehabisan investor asing. Sebaliknya, berdasarkan historis sejak tahun pemilu pada 2019 hingga 2014 asing secara konstan melakukan inflow," kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Keuangan Derivatif dan Karbon, Inarno Djajadi dalam Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK, Selasa (4/7/2023).
Inarno menyebutkan meski selalu timbul kekhawatiran menjelang tahun pemilu, namun secara historis sejak 2004 hingga 2014, pemilu berhasil meningkatkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara year to date (ytd), serta diikuti dengan parameter ICBI bonds yang juga meningkat.
"Kami percaya masyarakat sudah cukup dewasa menjalankan pemilu dengan demokratis dan baik, jadi saya pikir menghadapi tahun politik dan pemilu akan berjalan lancar secara kondusif terhadap pasar modal," sebutnya.
Inarno menyampaikan, di tengah pasar keuangan global yang bergerak mixed, pasar saham di Juni 2023 menguat sebesar 0,43 persen mtd ke level 6.661,88, meski non-resident mencatatkan outflow sebesar Rp 4,38 triliun mtd.
Penguatan IHSG terbesar dicatatkan oleh saham di sektor transportasi dan logistik dan keuangan. Secara ytd, IHSG tercatat melemah sebesar 2,76 persen dengan non-resident membukukan net buy sebesar Rp16,21 triliun.
Kemudian pada pasar obligasi, indeks pasar obligasi ICBI menguat 0,96 persen mtd dan 6,48 persen ytd ke level 367,12 (Mei 2023: menguat 1,91 persen mtd dan 5,46 persen ytd). Untuk pasar obligasi korporasi, aliran dana masuk investor non-resident tercatat sebesar Rp22,85 miliar (mtd), namun secara ytd masih tercatat outflow Rp637,86 miliar (ytd).
Sedangkan di pasar SBN masih melanjutkan tren positif dan membukukan dana masuk investor asing. Per 27 Juni 2023, non-resident mencatatkan inflow yang cukup signifikan sebesar Rp17,53 triliun mtd (Mei 2023: inflow Rp6,67 triliun mtd), sehingga mendorong penurunan yield SBN rata-rata sebesar 1,32 bps mtd di seluruh tenor.
Secara ytd, yield SBN turun rata-rata sebesar 7,55 bps di seluruh tenor dengan non-resident mencatatkan net buy sebesar Rp84,70 triliun ytd.
Sementara itu, di industri reksa dana, Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana per 26 Juni 2023 tercatat sebesar Rp511,05 triliun atau naik 1,26 persen (mtd) dengan investor Reksa Dana membukukan net subscription sebesar Rp3,40 triliun (mtd). Secara ytd, NAB meningkat 1,23 persen dan tercatat net subscription sebesar Rp0,75 triliun.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




